“Si Pongi Goes to Campus”, Bersama Kita Cegah Karhutla”  Mendapat Antusias Universitas Pattimura

MALUKUEXPRESS.COM, Kampanye pencegahan Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Maluku menjadi perhatian serius. Sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla, Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Wilayah Maluku dan Papua melaksanakan kampanye bertajuk “Si Pongi Goes to Campus : Bersama Kita Cegah Karhutla” di Jurusan Kehutanan, Universitas Pattimura, Kota Ambon. Rabu, 14/8/2024.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini di hadiri oleh Yang Mewakili Kepala Dinas kehutanan Maluku dan Yang Menwakili Kepala Dinas LH Provinsi Maluku, Dekan Fakultas Pertanian Unpatti Ambon Prof Dr. Ir. Oke Pattiselanno, M.Si, Kepala Balai PPI wilayah Maluku dan Papua Priyanto, S.Hut.,M.Si, Para Kepala UPT KLHK Provinsi Maluku, Kepala KPH Ambon, Perwakilan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Pulau Ambon, Para Dosen Fakultas pertanian jurusan kehutanan dan mahasiswa jurusan kehutanan.

Adapun kegiatan di lanjutkan dengan kegiatan penanaman 16 pohon di lingkungan Jurusan kehutanan dan di lanjutkan. Dengan Talkshow materi pencegahan Karhutta serta Diskusi.

Dalam sambutannya Wakil dekan Bidang kemahasiswaan dan Alumni Dr Ir L.O.Kakesina M.Si Mengatakan hutan yang biasanya di sebut sebagai paru paru dunia adalah sumber kehidupan penting bagi makhluk hidup di bumi, sayangnya manusia yang di anugerahi seringkali merasa bebas melakukan apa saja terhadap hutan , tanpa mempertimbangkan keberlangsungan hidup makhluk lain.

Data yang di kumpulkan per Januari hingga Juli menunjukan 10 provinsi di Indonesia dengan area kebakaran hutan besar , dan Maluku masuk urutan ke-9 dengan luas terbakar mencapai 2.765 hektar dan angka ini di perkirakan akan bertambah, “jelasnya.

Di katakan juga bahwa hutan adalah rumah bagi banyak makhluk hidupnya khususnya berbagai jenis tanaman , oleh karena itu kepemilikan hutan tidak hanya menjadi hak manusia melainkan juga makhluk hidup yang lain.hutan adalah komponen penyeimbang ekosistem yang penting untuk keberlangsungan hidup yang lebih lama.

Penebangan dan pembakaran hutan secara liar merupakan tindakan kejahatan yang tidak seharusnya di lakukan, hutan yang ada bukanlah milik mutlak generasi saat ini, melainkan titipan yang harus kita jaga agar keberlangsungan hidup anak cucu kita kelak.
Semoga dengan kesadaran ini kita semua dapat lebih mencintai hutan kita.

Di tempat yang sama Ketua Panitia Pelaksanaan kegiatan kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kota Ambon Frangky Tutuarima, S.Hut., M.Si dalam laporannya mengatakan bahwa, saat ini kami laksanakan kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan partisipasi dan tindakan masyarakat serta pemerintah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Tambahnya, Balai PPI wilayah Maluku dan papua telah rutin melaksanakan kampanye setiap tahunnya di berbagai kalangan dan stakeholder terkait atau termasuk masyarakat umum sekolah-sekolah dan organisasi lingkungan selain lokasi-lokasi yang telah dianggap memiliki potensi besar terjadinya karhutla.

Kemudian juga, untuk menentukan kesadaran yang lebih luas dan mendalam mengingat perguruan tinggi sebagai pusat lembaga edukasi dan bebas dari intervensi politik sosial dan budaya selain itu memiliki potensi besar sebagai agent of change dalam pembentukan karakter penduduk lingkungan dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat luas.

Tambahnya, dari kegiatan kampanye pencegahan Karhulta adalah memberikan pemahaman dan penyamaan persepsi tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya terhadap perubahan iklim, meningkatkan kesadaran partisipasi dan sinergitas masyarakat dan stakeholder terkait dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Setiap tahun, Maluku menghadapi tantangan serius akibat kebakaran hutan dan lahan. Pada tahun 2023, Maluku tercatat menempati peringkat ke-9 dari 36 provinsi di Indonesia dengan luas karhutla sebesar 45.999,39 hektare. Kondisi ini menimbulkan dampak signifikan terhadap pembangunan nasional, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,”jelasnya.

Lanjutnya, Dalam rangka menekan angka karhutla, pemerintah pusat dan daerah telah berupaya menerapkan berbagai strategi pencegahan. Salah satu inisiatifnya adalah penyelenggaraan Festival Iklim oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (Ditjen PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Festival tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong tindakan nyata dalam menghadapi perubahan iklim, dengan fokus pada penurunan emisi gas rumah kaca.

Maka itu, Kampanye pencegahan karhutla ini menjadi bagian penting dari Festival Iklim, khususnya di Maluku yang rentan terhadap kebakaran hutan. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan sinergitas masyarakat, serta pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan. Di samping itu, kampanye ini juga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Mahasiswa Universitas Pattimura menjadi sasaran utama kampanye ini, mengingat peran strategis perguruan tinggi sebagai pusat edukasi yang bebas dari intervensi politik, sosial, dan budaya. Mahasiswa, sebagai agen perubahan, memiliki potensi besar untuk membentuk karakter peduli lingkungan dan tanggung jawab sosial di masyarakat.

Dengan kampanye ini, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih baik mengenai pengendalian karhutla dan dampaknya terhadap perubahan iklim. Partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk akademisi, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Maluku,”tutupnya. (Tim)

Pos terkait