SLB Negeri Batu Merah Mengenai Kurikulum Merdeka Belajar, Kepsek : Sangat Cocok Diterapkan di Sekolahan Kami.

Malukuexpress com. Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batu Merah, sejak tahun 2021 telah secara berangsur menggantikan kurikulum yang sebelumnya K13 dengan kurikulum baru yaitu Merdeka Belajar. SLB Negeri Batu Merah menjadi salah satu dari 85 sekolah penggerak pada jenjang SLB diseluruh Indonesia yang menjadi sekolah penggerak angkatan pertama yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar. “Berangsur kami tinggalkan Kurikulum 13, “ujar Kepala Sekolah SLB Negeri Batu Merah, Padil Sarip Mako, S.Si., M.Pd. Jumat (3/3/2023) di ruang kerjanya.

Lanjutnya, Kurikulum Merdeka Belajar, atau yang biasa disebut Kurikulum Operasional Sekolah (KOS) lebih memaksimalkan kemungkinan dari peserta didik. Tingkat pembelajaran yang diberikan untuk tiap peserta didik berbeda karena memiliki kebutuhan yang berbeda pula.

“Kami melihat dari potensi siswa, bukan dari hambatan. Jadi kalau dia berpotensi di bidang seni, kita arahkan lebih banyak project-nya kepada seni. Kalau dia potensinya di bidang olahraga, kita sedikitkan materi akademik dan kembangkan di project olahraganya. Pembelajaran kami akan lebih banyak kepada project individunya, “ungkapnya.

Dalam hal ini, dirinya menjelaskan bahwasanya pada tingkatan SD, mereka memiliki program sendiri yang bertujuan untuk mengajarkan peserta didik bagaimana caranya melindungi diri mereka sendiri, baru setelahnya masuk dengan akademiknya, perkembangannya, dan kemandiriannya.

“Jadi jenjang SD ini kami menata per-anak PPI (Program Pembelajaran Individual) tentunya program ini dilakukan harus dengan bantuan orang tua. Kami selalu membagikan proses perkembangan peserta didik kepada orang tuanya, jika orang tua membantu dengan mengulang kegiatan di sekolah akan sangat membantu. Kurikulum Merdeka ini sangat cocok di terapkan di Sekolahan kami karena kurikulum ini mengarahkan peserta didik pada kemampuan mereka masing-masing.”terangnya.

Untuk itulah, kedepan melalui Kurikulum Merdeka Belajar, diharapkan instansi di atasnya seperti pemerintah daerah memberikan dukungan. SLB Negeri Batu Merah seringkali mengadakan project pembelajaran di luar, maka sangat dibutuhkan kerja sama antara instansi-instansi terkait untuk mendukung kegiatan tersebut agar peserta didik mendapatkan pengetahuan yang maksimal dengan melihat langsung cara kerjanya.

“Misal project -nya mengenai alat transportasi, maka kami setidaknya harus mengunjungi bandara untuk mengajarkan dan memperlihatkan langsung kepada peserta didik. Kadang kita bilang anak ini butuh kemandirian, contoh kemandirian dalam tataboga maka kita butuh kerjasama dengan instansi seperti hotel. Suatu saat peserta didik melakukan project, kami butuh dukungan dari instansi terkait,”harapnya.

Selain kepada instansi terkait, saya juga mengharapkan dari tenaga mengajar yang ada agar dapat menggerakan peserta didik dengan memanfaatkan kemudahan dalam mendapatkan informasi pada saat ini.

“Kami membutuhkan guru yang bisa menelaah, dan mengelola informasi tersebut yang kemudian bisa disampaikan dengan baik kepada peserta didik. Dengan kurikulum terbaru ini kami sangat membutuhkan guru yang mau banyak belajar, mau menyempurnakan ilmunya.”tegasnya.
 
Sebab hingga saat ini pun, SLB Negeri Batu Merah masih terus mengusahakan perkembangan dalam program belajar mengajar. Apabila pemerintah menginginkan Pendidikan yang semakin maju maka jadikanlah guru-guru menjadi jiwa yang ingin belajar, bukan yang hanya dapat menyampaikan materi pembelajaran tanpa memiliki ikatan kemistri dengan peserta didik. Untuk itu sangat dibutuhkan peran dari instansi pemerintah di daerah, agar program-program yang telah pemerintah pusat canangkan dapat berjalan dengan baik. (Nanda)

Pos terkait