Malukuexpress.com, Masohi -Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, bersama-sama dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Maluku Tengah melakukan kegiatan penanaman cabai di lahan yang berada di lingkungan Brigif 27/Nusa Ina, Jumat (22/8/2025).
Kegiatan simbolis ini merupakan langkah nyata Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus upaya strategis untuk mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang kerap mengalami gejolak harga, seperti cabai.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Dandim 1502/Masohi, Kapolres Maluku Tengah, Kajari Maluku Tengah, Pimpinan TNI/ POLRI, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN / BUMD. Kolaborasi antara unsur sipil dan militer ini menunjukkan komitmen yang kuat dan sinergi seluruh komponen bangsa dalam menyikapi tantangan ekonomi dan pangan.
Bupati Zulkarnain Awat Amir menyatakan bahwa kegiatan tanam cabai ini lebih dari sekadar seremonial. “Ini adalah gerakan nyata. Kami ingin memanfaatkan setiap jengkal lahan yang tersedia, termasuk lahan produktif di satuan militer, untuk menanam komoditas yang dibutuhkan masyarakat. Dengan memproduksi cabai sendiri, kita bisa mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, yang pada akhirnya akan menstabilkan harga di pasar dan menjaga daya beli masyarakat,” tegasnya.
Beliau juga mengapresiasi dukungan dan kolaborasi dari Brigif 27 Nusa Ina yang telah menyediakan lahannya untuk kepentingan bersama. “Sinergi seperti ini sangat penting. TNI tidak hanya berperan dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga aktif dalam membangun ketahanan pangan nasional dari daerah,” tambahnya.
Komandan Brigif 27/Nusa Ina, menyambut baik inisiatif ini. “Kami di Brigif 27 selalu siap mendukung program-program Pemerintah Daerah, khususnya yang menyentuh langsung kepentingan rakyat. Lahan yang kami miliki tidak hanya untuk latihan tempur, tetapi juga bisa kita olah untuk kemandirian pangan. Ini sejalan dengan program TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional.”
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pilot project dan memicu gerakan serupa di kecamatan-kecamatan lain serta di instansi-instansi lainnya di seluruh Kabupaten Maluku Tengah. Dengan gerakan menanam sendiri, diharapkan stok cabai akan stabil dan fluktuasi harga yang memberatkan masyarakat dapat ditekan. (ME-08)






