Termas Minta Polres MBD Secepatnya Menetapkan Tersangka Dalam Kasus Korupsi 16 Milyar Proyek SPAM Masela dan Berita Hoax

MALUKUEXPRESS.COM, Terkait dengan proses penyidikan Kasus SPAM Air Bersih 16 Milyar di Pulau Marsela Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku yang sementara ini berjalan di Polres Maluku Barat Daya yang sudah memakan waktu begitu lama, maka dengan ini saya Nus Termas sebagai pelapor dalam rilisnya kepada media ini. Sabtu 4 Mei 2024 Pukul 21.00 WIT meminta kepada Penyidik Polres MBD untuk secepatnya menetapkan tersangka dalam kasus ini baik itu, untuk Kasus Korupsi maupun Kasus Penyebaran Berita Bohong (HOAX), karna bagi kami, kasus yang kami laporkan ini memenuhi unsur (dua alat bukti) telah terpenuhi yang tidak bisa di bantah oleh siapapun karna kami punya bukti,” Jelas baik itu bukti dokumen maupun bukti di lapangan”.

Lanjutnya, yang perlu kami mau tegaskan kepada Polres Maluku Barat Daya bahwa menurut hemat kami hasil dari tim Ahli, sungguh kami ragukan, untuk itu kami menolak Keterangan Ahli dan kami meminta agar Ahli di mintai keterangnya sebagai saksi untuk mempertanggung jawabkan keterangan Ahlinya, karna kami menduga kuat Ahli sudah kemasukan Angin jahat dan Kami juga meminta agar Penyidik Polres MBD merekomendasikan Ahli lain (Dari Bandung) untuk dimintai keterangan ahli atau bisa turun langsung di Lapangan Proyek SPAM di Pulau Marsela.

“Saya dengan Pemaskebar sekarang ini lagi menyiapkan langkah” Selanjutnya pada saat Polres MBD melakukan Gelar Perkara, apabila adanya SP3 maka kami siap Praperadilan, kami tidak main” Dengan kasus di maksud,”ungkapnya.

Sebab Fakta-fakta Di lapangan jelas, kenyataannya proyek yang menghabiskan uang negara 16 miliar itu dikerjakan asal-asalan, Salah satunya yaitu pengadaan pipa yang diduga tidak sesuai spek, sehingga sebagian pipa sudah berkarat dan sebagian besar sudah berlubang, sehingga di las untuk meyakinkan masyarakat bahwa pipa- pipa itu masih utuh. Parahnya lagi Upah kerja juga ada yang belum di bayarkan,”pungkasnya.

Tambahnya, Pemasangan instalasi pipa tidak di tanam akhirnya menghalangi aktifitas masyarakat didalam Kampung. Ironisnya, Bak-bak air yang ada campurannya juga tidak sesuai Spek.

Untuk itu, kami masyarakat Pulau Marsela baik yang ada di pulau marsela maupun yang ada di luar pulau bersama Organisasi Permaskebar tidak akan main-main dengan Kasus ini. Kami akan terus mengawal kasus dimaksud sampai tuntas. Jangan percaya omongan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyatakan bahwa air sudah jalan dan masyarakat telah menikmatinya semua itu adalah bohong, kami percaya Tuhan Yesus akan menghukum mereka. Karena apa yang disampaikan tidak sesuai fakta. “Saya ada di Pulau Marsela dan saya dan teman-teman FAM-MBD selalu memantau apa yang terjadi di Pulau ini,”tutupnya. (Tim)

Pos terkait