Ambon, Malukuexpress.com, Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara mengungkap, Pemimpin yang terlalu ambisius cenderung melupakan kepentingan umum demi memenuhi keinginan pribadi atau kelompok kecil,”ungkap Jhon Tuwul kepada media ini lewat via seluler di Kota Ambon, Maluku. Senin, 5/8/2024 pukul 01:00 wit.
Dirinya menyoroti Ricky Jawerisa sebagai politikus bermental mafia, tidak memiliki attitude sebagai wakil rakyat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Dalam percakapannya menyampaikan, bagaimana Masyarakat Tanimbar mempercayakan Daerah ini ke Seorang yang berjiwa Otoriter yang dikutip dari mediatifatanimbat.id yaitu “Ricky Jauwerisa dilaporkan ke Polres Kepulauan Tanimbar atas dugaan perampasan mobil Pick Up.”
Lanjut Dirinya mengatakan bahwa, Apakah ini adalah penjajahan baru dengan sengaja menguasai dunia usaha dan dunia kekuasaan.
Pemimpin harus dijalankan dengan sifat yang mencerminkan tanggung jawab moral dan mempraktekan karakter yang jauh dari keteladan sosok Pemimpin,tandas Tuwul.
Untuk itu, Gerindra sebagai partai pemenang Pilpres semestinya memiliki tanggungan jawab besar dalam menjaga integritas dan moralitas Bangsa. tidak lah terpengaruh oleh keinginan tidak sehat atau ambisi Bakal Calon Bupati yang memiliki rekam jejak otoriter seperti Ricky Jewerisa.
Menurut Tuwul, Gerindra sudah menekan lonceng untuk mengirim pesan dan melupakan esensi Demokrasi yang sehat. karena keinginan untuk berkuasa dengan ambisi yang berlebihan, bisa menjadi sumber ketidakstabilan dan kekacauan dalam pemerintahan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Wajar saja Masyarakat Tanimbar membutuhkan Sosok Seorang pemimpin yang ideal dan bukan Sosok yang tidak ambisius dalam mengejar kekuasaan, tetapi lebih memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan rakyatnya. jika yang dimaksudkan berbanding terbalik? bagaimana nanti dengan nasib masyarakat kecil yang tidak memiliki kekuatan dan kemampuan sama sekali,kesal Tuwul.
Oleh karena itu, Anak adat Duan Lolat harus mewaspadai hal ini. karena mental politikus bobrok beginilah yang akan mencederai dunia demokrasi. ini bukan hanya masalah individu, tetapi juga masalah institusi dan budaya politik kita.,terang Tuwul.
Dirinya mengatakan, Anak Adat Duan Lolat harus berani bersuara dan menuntut perubahan. Kita harus menolak calon pemimpin yang memiliki latar belakang Otoriter. Kita harus mendesak partai politik untuk bertanggung jawab dan memilih calon yang bersih, bermoral, dan berkomitmen pada nilai-nilai kemanusiaan,tandas Tuwul.
Tuwul menambahkan, Karakter Individu seperti ini akan menodai demokrasi, sehingga Tanimbar bukan semakin membaik tetapi semakin hancur ditangan kaum kapitalis yang rakus akan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara demi niat busuknya.
Selanjutnya menurut pandangan Tuwul, penguasa yang baik haruslah memiliki sifat-sifat kebijaksanaan, keadilan dan keberanian. Mereka harus mampu memimpin dengan integritas, takut Tuhan dan bertanggung jawab, tanpa terpengaruh oleh keinginan pribadi atau ambisi yang tidak sehat.
Menutup pembicaraannya, Tuwul meminta Kejari KKT agar segera tanggap terkait dana ketuk palu yang disinyalir mengendap dalam Kantong Oknum anggota Dewan Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang ramai diperbincangkan Masyarakat, Kejari harus buka tabir ketidak Adilan yang terjadi,tutup Tuwul. (PL)






