MX COM,– Pemerintah Kota Ambon bergerak cepat menekan penyebaran Tuberkulosis dengan meminta dukungan anggaran langsung ke Kementerian Kesehatan.
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena bersama jajaran bertemu Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus di Gedung Kemenkes, Jakarta, Senin 9/3/2026.
Dalam audiensi itu, Bodewin menyampaikan sejumlah usulan untuk meningkatkan layanan kesehatan di Ambon, mulai dari rencana pembangunan RS Pemerintah Kota Ambon untuk warga miskin, perbaikan fasilitas puskesmas, hingga penanganan penyakit menular khususnya TBC.
“Penyakit menular ini sangat berbahaya kalau tidak diantisipasi karena penyebarannya cepat. Kami usulkan Kemenkes bisa memfasilitasi Pemkot Ambon untuk melakukan skrining terhadap penderita, keluarga, dan kontak serumah,” kata Bodewin.
Ia menyebut semua usulan mendapat respon positif. Wamenkes memastikan anggaran untuk penanganan TBC di Ambon akan dikucurkan pada pertengahan tahun 2026.
“Mudah-mudahan ini bisa terwujud demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Ambon Johan S. Norimarna menambahkan, kasus TBC di Ambon terus meningkat. Data Dinkes mencatat 1.935 kasus pada 2023, naik menjadi 2.296 kasus pada 2024, dan 2.244 kasus pada 2025. Sekitar 20% pasien merupakan warga dari luar Ambon yang berobat di kota ini.
Untuk menekan penyebaran, Dinkes Ambon gencar melakukan sosialisasi dan edukasi bahwa TBC bisa disembuhkan jika berobat teratur.
“Kalau tidak berobat teratur, penyakit ini bisa menular ke orang sekitar,” kata Johan.
Dengan dukungan anggaran dan bantuan x-ray portable dari Kemenkes, Dinkes Ambon akan turun langsung ke desa, kelurahan, dan negeri untuk melakukan pemeriksaan pasien maupun kontak serumah. (*






