BUPATI LA HAMIDI, HILIRISASI UBI KAYU JADI MOTOR BARU EKONOMI BURU SELATAN

NAMROLE, MALUKUEXPRESS.COM, Peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Buru Selatan* menjadi titik tolak baru bagi pemerintah daerah untuk meneguhkan arah pembangunan. Upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Buru Selatan, Selasa 21 Juli 2026, dipimpin langsung Bupati La Hamidi.

Di usia yang menginjak dewasa ini, La Hamidi menegaskan Buru Selatan harus bertransformasi. Salah satu kuncinya: hilirisasi ubi kayu sebagai “motor baru” penggerak ekonomi daerah.

Bacaan Lainnya

Refleksi 18 Tahun: Menghormati Perjuangan Pendahulu,
Dalam amanatnya, Bupati La Hamidi menyebut HUT ke-18 bukan sekadar seremoni. Ini momentum untuk mengenang perjuangan panjang para tokoh pemekaran.

“Hari ini Kabupaten Buru Selatan genap berusia 18 tahun. Ini adalah usia yang sudah beranjak dewasa. Semangat kita tetap sama, yakni menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujar La Hamidi di hadapan Forkopimda, ASN, tokoh masyarakat, dan pelajar.

Ia menyampaikan penghormatan kepada para pejuang pemekaran yang telah meletakkan fondasi daerah.
“Momentum ini juga menjadi pengingat bagi kita untuk menghargai jasa para pendahulu yang telah berjuang mewujudkan pemekaran Kabupaten Buru Selatan. Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh dan pejuang pemekaran yang telah menghantarkan daerah ini hingga seperti sekarang,” katanya.

Tantangan Fiskal Dijawab Dengan Optimisme dan Persatuan,
Sebagai penerus estafet kepemimpinan bersama Wakil Bupati, La Hamidi mengaku pembangunan Buru Selatan tidak mudah. Ada tantangan ekonomi global dan keterbatasan fiskal akibat perubahan kebijakan penganggaran nasional.

Namun menurutnya, kondisi itu tidak boleh mematahkan semangat.
“Kita tidak perlu membuang energi untuk saling menyalahkan. Yang dibutuhkan hari ini adalah optimisme dan persatuan. Saya yakin pada waktunya Buru Selatan akan menjadi daerah yang lebih maju,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen — petani, nelayan, ASN hingga pelaku usaha, untuk berkontribusi sesuai bidangnya. Pemerintah daerah juga akan terus memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat agar program prioritas bisa direalisasikan.

Hilirisasi Ubi Kayu: Dari Lahan ke Industri
Puncak penegasan Bupati ada pada program strategis: hilirisasi ubi kayu. Program ini digarap bersama pemerintah pusat dengan dukungan BUMN dan BUMD.

La Hamidi merinci, saat ini Pemkab Bursel tengah menyelesaikan dua hal penting:
1. Lahan Inti : Lokasinya sudah ditinjau di kawasan Waenafwan.
2. Lahan Plasma*: Dinas Pertanian telah mendata Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) di 6 kecamatan untuk lahan milik masyarakat.

“Tinggal penetapan status lahannya. Setelah itu selesai, kami optimistis program hilirisasi ubi kayu bisa segera direalisasikan karena seluruh persyaratan dasar sudah mulai dipenuhi,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan lahan inti sangat penting untuk memberikan kepastian investasi. Dengan begitu, industri pengolahan ubi kayu bisa tumbuh berkelanjutan di Bursel.

Bupati optimistis masyarakat siap. Sebab, budidaya ubi kayu sudah lama menjadi aktivitas utama petani.
“Kalau hanya menanam ubi kayu, petani kita sudah sangat siap. Yang perlu kita bangun adalah kemauan bersama untuk menyambut program ini karena manfaat ekonominya sangat besar. Ini akan membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” ungkapnya.

La Hamidi menutup sambutan dengan ajakan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton. “Mari kita sama-sama dorong program ini. Jangan hanya menanam, tapi juga terlibat dalam rantai nilai industri. Itu baru namanya membangun daerah,” pungkasnya.

Upacara HUT ke-18 ditutup dengan doa bersama dan defile pasukan. Dengan 18 tahun usia, Pemkab Bursel menargetkan hilirisasi ubi kayu benar-benar menjadi lokomotif ekonomi baru yang mengangkat kesejahteraan masyarakat Buru Selatan. (*)

Pos terkait