Gerakan Satu Rekening Satu Pelajar Kembali Digencarkan di Ambon, 3.000 Rekening Baru Dibuka. Ini Kata Walikota Ambon

MALUKUEXPRESS.COM, Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) kembali digencarkan di Kota Ambon. Program yang bertujuan meningkatkan literasi sekaligus inklusi keuangan sejak usia sekolah ini mendapat dukungan penuh Pemerintah Kota Ambon dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan.
3 September 2026

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan, program tersebut bukan hal baru bagi Kota Ambon. Beberapa tahun lalu, ketika dirinya masih menjabat sebagai pejabat wali kota, seluruh pelajar khususnya tingkat SD dan SMP telah didorong untuk memiliki rekening tabungan.

Bacaan Lainnya

Hasilnya, Kota Ambon pernah menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam program KEJAR.
“Ini sebenarnya sudah kita lakukan beberapa tahun yang lalu. Semua pelajar di kota, khususnya SD dan SMP, wajib memiliki rekening dan sudah berjalan. Waktu itu kita juga mendapat juara tingkat nasional,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan pelajar di Kota Ambon pernah berada pada level yang sangat baik.
Namun, program tersebut perlu kembali diperkuat karena terjadi regenerasi peserta didik. Sebagian pelajar yang sebelumnya telah memiliki rekening kini sudah lulus atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sementara itu, setiap tahun selalu ada peserta didik baru yang harus mendapatkan akses yang sama.

“Sekarang sudah terjadi peralihan. Ada yang sudah naik SMA, ada yang sudah lulus. Jadi mesti dibuat lagi supaya anak-anak yang baru masuk sekolah, maupun yang pindah dari SD ke SMP, tetap bisa membuka rekening pelajar,” katanya.

Rekening Gratis, Saldo Awal Rp100 Ribu
Program ini dinilai tidak hanya memberikan akses perbankan kepada pelajar, tetapi juga menjadi sarana membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Melalui rekening pelajar, pembukaan rekening dilakukan secara gratis dengan dukungan perbankan dan OJK. Bahkan, tersedia saldo awal sebesar Rp100.000.
Konsepnya sederhana. Orang tua dapat memberikan uang jajan kepada anak, kemudian sebagian kecil dibiasakan untuk ditabung.

“Orang tua kasih uang jajan, anak bisa menabung Rp1.000 atau Rp2.000 setiap hari. Ini kan uang mereka juga untuk kepentingan masa depan mereka,” jelasnya.
Menurutnya, memberikan pemahaman mengenai pentingnya menabung merupakan bagian dari literasi keuangan. Sementara membuka akses rekening bagi pelajar merupakan bentuk nyata inklusi keuangan.

“Memberikan pemahaman itu literasi, tetapi membuka rekening itulah inklusi,” tegasnya.
Bisa Ditarik, Bukan Sekadar Rekening Simbolis
Program rekening pelajar juga bukan sekadar rekening formalitas. Dana yang ditabung pelajar tetap dapat digunakan sesuai ketentuan rekening tersebut.

Ketika ditanya apakah rekening SimPel dapat ditarik, pihak OJK menegaskan bahwa rekening tersebut dapat digunakan dan ditarik sesuai ketentuan yang berlaku.
“Bisa dong,” jawabnya.

OJK juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon yang dinilai aktif mendukung program satu rekening satu pelajar.

Bank Diminta Jemput Bola ke Sekolah
Untuk memastikan tidak ada pelajar maupun sekolah yang tertinggal, OJK mendorong pola jemput bola.

Perbankan diminta tidak hanya menunggu orang tua atau pelajar datang ke kantor bank, tetapi turun langsung ke sekolah-sekolah.

“Untuk Kota Ambon kita mendorong perbankan harus datang ke masing-masing sekolah. Kita atur jangan sampai ada sekolah yang tercecer,” kata pihak OJK.
Setiap bank juga didorong memiliki sekolah binaan. Dengan demikian, pembukaan rekening, edukasi keuangan hingga aktivitas menabung dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Bahkan, perbankan diharapkan rutin mendatangi sekolah, misalnya seminggu sekali atau dua minggu sekali, sehingga pelajar memiliki kesempatan untuk menabung tanpa harus datang ke kantor bank.

“Harapannya kebiasaan menabung itu sudah bisa dilakukan sejak dini dan berkelanjutan. Karena setiap tahun ada yang lulus, ada lagi yang baru. Jadi programnya harus terus berjalan,” ujarnya.

3.000 Rekening Baru, Sepertiganya di Ambon

Dari hasil monitoring, dalam kurun waktu sekitar enam hingga tujuh bulan, telah dibuka lebih dari 3.000 rekening SimPel baru.
Menariknya, sekitar 1.000 rekening atau sepertiganya berada di Kota Ambon.
Capaian tersebut dinilai tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Ambon terhadap program inklusi keuangan pelajar.

“Dalam waktu enam sampai tujuh bulan ini sudah 3.000 lebih SimPel dibuka yang baru. Nah, sepertiganya ada di Ambon, sekitar 1.000. Luar biasa dukungan Pak Wali,” ungkapnya.

Target berikutnya adalah mencapai 5.000 rekening pelajar pada tahun ini.
Namun, pihak OJK menegaskan bahwa keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari banyaknya rekening yang berhasil dibuka.

Bukan Sekadar Mengejar Angka
Menurut OJK, tahap awal program memang difokuskan pada akuisisi rekening, yakni memastikan sebanyak mungkin pelajar mendapatkan akses terhadap layanan keuangan formal.
Setelah akses terbentuk, tantangan berikutnya adalah memastikan rekening tersebut tidak menjadi rekening pasif atau dorman.

“Kita tidak mengejar jumlahnya dulu. Kita mengejar bagaimana anak-anak sekolah ini bisa terinklusi dengan baik,” jelasnya.
Karena itu, pembukaan rekening harus dilanjutkan dengan edukasi dan pembentukan kebiasaan menabung.
“Setelah itu baru kita edukasi bagaimana kebiasaan menabung. Kita buka dulu supaya rekeningnya ada, kemudian supaya tidak dorman, kebiasaan menabung itu dilakukan dengan bank jemput bola ke sekolah-sekolah,” tambahnya.

Program KEJAR dengan demikian diharapkan tidak berhenti pada angka jumlah rekening. Lebih jauh, program ini diarahkan untuk membentuk generasi muda Ambon yang melek keuangan, terbiasa menabung, mampu mengelola uang sejak dini, dan memiliki akses terhadap sistem keuangan formal.

Dengan target 5.000 rekening pada tahun ini, Ambon kembali menempatkan literasi dan inklusi keuangan pelajar sebagai salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan generasi masa depan.(CM)

Pos terkait