OJK Bongkar Tantangan Literasi Keuangan: Banyak yang Sudah Pakai Produk Keuangan, Tapi Belum Paham Risikonya

MALUKUEXPRESS.COM, Jangan sampai punya rekening, tetapi tidak paham bagaimana mengelola uang. Pesan inilah yang mengemuka dalam peringatan Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan Provinsi Maluku 2026 di Auditorium Universitas Pattimura, Ambon. 3 September 2026

Di hadapan pemerintah daerah, perbankan, guru dan ratusan pelajar, Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady
menegaskan bahwa budaya menabung harus dibangun sejak usia sekolah.
Sebab, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya bagaimana mendapatkan uang, tetapi bagaimana mengendalikan keinginan membelanjakannya.

Fenomena YOLO, FOMO, e-commerce dan tekanan media sosial dinilai menjadi tantangan baru bagi pelajar dalam mengelola keuangan.
“Kalau mendapatkan uang jajan, sisihkan terlebih dahulu. Jangan dibelanjakan semuanya. Menabung harus punya tujuan, kemudian kemampuan mengelola keuangan harus terus ditingkatkan dan yang paling penting disiplin,” pesan Haramain.

ANGKA MALUKU MASIH DI BAWAH NASIONAL

OJK mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukan bersama BPS, tingkat literasi keuangan di Maluku masih sekitar 63 persen, sementara tingkat inklusi keuangan mencapai 87 persen.
Secara nasional, literasi keuangan telah mencapai sekitar 69,57 persen, sedangkan inklusi keuangan berada di angka 93,61 persen.

Artinya, Maluku masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
Persoalan yang menjadi perhatian adalah adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat dengan penggunaan produk keuangan.
Masyarakat bisa saja telah menggunakan rekening, layanan perbankan atau produk keuangan lainnya, tetapi belum sepenuhnya memahami biaya, manfaat dan risikonya.
“Makanya kami mengajak adik-adik memahami produk keuangan sejak dini,” ujar Haramain.

3.280 REKENING SIMPEL, TARGET 5.000 MASIH DIKEJAR

Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) menjadi salah satu senjata utama untuk membangun budaya menabung di kalangan pelajar.
Hingga Agustus 2026, sekitar 3.280 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) telah dibuka. Sementara target yang dicanangkan sekitar 5.000 rekening.
OJK meminta industri perbankan tidak berhenti di Kota Ambon.

Kabupaten/kota lain di Maluku juga didorong menjadi sasaran perluasan program, sehingga budaya menabung tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota.
Sebanyak 16 bank di Kota Ambon ikut berpartisipasi dalam penyerahan simbolis tabungan SimPel kepada siswa.

MALUKU JUSTRU BORONG 3 PENGHARGAAN NASIONAL

Menariknya, di tengah tantangan tersebut, Maluku justru membawa pulang tiga penghargaan nasional.
Pemerintah Provinsi Maluku meraih KEJAR Award sebagai pemerintah provinsi terbaik dalam implementasi program KEJAR untuk kawasan Indonesia Timur/Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Kemudian Bank Modern Express meraih penghargaan sebagai BPR dengan implementasi program KEJAR terbaik di kawasan tersebut.

Sementara Pemerintah Kota Ambon meraih Financial Literacy Award sebagai program literasi keuangan terbaik tingkat nasional melalui inovasi modul ajar literasi keuangan bagi siswa SMP/MTs.

Prestasi tersebut menjadi modal penting untuk memperluas gerakan literasi keuangan di Maluku.

GUBERNUR: AWASI PINJOL DAN INVESTASI ILEGAL

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki kemampuan mengelola keuangan sekaligus melindungi diri dari berbagai ancaman finansial di era digital.
Ia mengingatkan pelajar untuk mewaspadai pinjaman daring ilegal, investasi ilegal dan penipuan digital.

Data pribadi, PIN dan kode OTP juga harus dijaga dan tidak diberikan kepada sembarang pihak.
“Gunakan hanya produk dan layanan keuangan yang legal dan diawasi oleh otoritas yang berwenang,” tegas Gubernur.
Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, akan terus memperkuat sinergi dengan OJK, Bank Indonesia, perbankan dan dunia pendidikan agar edukasi serta akses keuangan dapat menjangkau seluruh masyarakat, termasuk warga di pulau-pulau terluar.

BANK MALUKU UTARA JUARA, BRI DI POSISI KETIGA

Dalam acara tersebut juga diumumkan bank dengan aktivasi rekening SimPel terbanyak di Kota Ambon.
Juara pertama diraih Bank Maluku Utara, juara kedua Bank Modern Express, dan juara ketiga Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Capaian ini diharapkan menjadi pemicu agar perbankan semakin agresif membuka akses rekening bagi pelajar.

PELAJAR JADI “DUTA” LITERASI KEUANGAN

Tak hanya membuka rekening, pelajar juga dilibatkan dalam kampanye literasi melalui lomba video edukasi keuangan.
Magdalena Anete Lompulalan dari SMP Kristen Rehobot meraih juara pertama. Juara kedua diraih dari SMP Negeri 6 Ambon, sementara siswa dari SMP Kristen Rehobot juga masuk sebagai penerima penghargaan.

Pesannya sederhana, tetapi sangat penting, Jangan hanya pintar menghasilkan uang. Harus pintar menyimpan, mengelola dan melindunginya.

Hari Indonesia Menabung 2026 di Maluku pun menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan kecil menjadi budaya besar.

Menabung hari ini, mengamankan masa depan nanti.( CM)

Pos terkait