Widya : Upaya Meningkatkan Masyarakat Konsumsi Ikan Harus Ditingkatkan

Malukuexpress.com, AMBON, – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad, membuka resmi Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Perikanan di Gugus Pulau Lima Maluku Tengah, di Gedung TP- PKK Kabupaten Maluku Tengah, Rabu, (23/11/2022).

Sebanyak 30 orang mengikuti pelatihan ini. Puluhan peserta tersebut diantaranya kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan. Sedangkan narasumber yang memberikan materi pada pelatihan diatas merupakan instruktur madya bidang pengolahan hasil perikanan dari Balai dan Penyuluhan Perikanan Ambon, yang merupakan unit pelaksana teknis dari KKP.

Bacaan Lainnya

Olahan yang akan dilatihkan pada pada pelatihan dimaksud diantaranya kecap ikan, sosis ikan dan keripik ikan.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan diversifikasi produk hasil perikanan, sebagai media transformasi teknologi dan keterampilan dalam membangun ekonomi keluarga, serta memperpanjang masa simpan produk serta memberikan alternatif bagi konsumen sesuai selera.

Dikesempatan ini, Widya mengatakan, ikan merupakan salah satu sumber asupan pangan yang kaya protein dan omega 3, sehingga konsumsi ikan juga sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan Stunting demi mewujudkan generasi emas Indonesia.

“Oleh karena itu, upaya meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan harus terus ditingkatkan, dan menjadikan ikan sebagai salah satu sumber protein utama dalam pola konsumsi masyarakat melalui diversifikasi produk olahan hasil perikanan, sehingga masyarakat tidak bosan untuk mengkonsumsi ikan,” katanya.

Widya menyatakan, Maluku merupakan provinsi kepulauan yang memiliki luas wilayah 712.479,65 km2 yang terdiri dari luas lautan 658.294,69 km2 (92,4 persen) dan luas daratan 54.185 km2 (7,60 persen) dengan potensi sumber daya ikan sebesar 4,3 juta ton per tahun atau 36,52 persen dari potensi nasional pada ketiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).

“Selain itu Provinsi Maluku juga memiliki potensi lahan untuk pengembangan perikanan budidaya. Ketersediaan sumberdaya ikan yang melimpah ini merupakan potensi yang besar untuk dikembangkan dalam menopang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Menurut Ketua TP-PKK Provinsi Maluku itu, mengembangan hasil olahan perikanan tidak hanya memperhatikan rasa atau minat dari konsumen, tetapi juga mutu dan gizi yang terkandung didalamnya sehingga produk yang di diversifikasikan memiliki value added atau nilai tambah pada produk olahannya. Dalam melakukan inovasi pengolahan hasil perikanan, para pengolah harus memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan agar produk olahannya diterima dan dapat dipasarkan secara luas.

“Untuk mencapai pasar yang lebih luas dan mendapatkan kepercayaan konsumen, para pengolah harus memiliki izin dan sertifikat pengolahan selain itu harus memperhatikan kemasan yang digunakan,” ujar Widya.

Ia menerangkan, sesuai visi pemerintah daerah dan misi ke-6 yaitu Mewujudkan SDM yang Profesional, Kreatif, Mandiri dan Berprestasi, maka peningkatan SDM yang memiliki kemampuan dan keahlian sebagai pelaku utama dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya perikanan yang ada, merupakan langkah strategis yang harus ditempuh sehingga pemanfaatan sumberdaya perikanan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

“Kegiatan Pelatihan Diversifikasi Produk Hasil Perikanan pada hari ini sangat strategis, dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengolah hasil perikanan untuk mampu melakukan diversifikasi produk hasil perikanan,” terang Widya.

Berkaitan dengan hal diatas, Widya pun menilai, peningkatan SDM khususnya bagi pengolah hasil perikanan merupakan salah satu program dalam mendukung Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN), sehingga pemanfaatan sumberdaya ikan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang tinggi.

“Harapan saya, pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menganekaragamkan produk-produk olahan hasil perikanan yang bernilai tambah dan memiliki daya saing, sehingga dapat meningkatkan minat konsumsi masyarakat terhadap ikan, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru,” harap Widya.

Di kesempatan ini, Widya menyerahkan bantuan peralatan pengolahan ikan bagi peserta pelatihan yakni kelompok Walang / El-Qisty / TP-PKK Pemkab Malteng / First Abon Ikan dan Dapur Bunda Syafi. (BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA MALUKU).

Pos terkait