MALUKUEXPRESS.COM, Yayasan Immanuel Ministry Bersama Sekolah Tinggi Teologia (STT) Kerusso Bekasi melaksanakan kegiatan Gerobak Makan Gratis, yang semua orang bisa datang makan gratis tanpa dipungut biaya. Kegiatan yang dilakukan di Tribun Lapangan Merdeka Kota Ambon, Jumat 28 Februari 2025, Jam 12.00 WIT-selesai mendapatkan antusias yang sangat luar biasa dari warga Kota Ambon
Ketua Yayasan Immanuel Ministry Pdt Griszly Berhitu, S.Hut yang dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa, “jadi hari ini, Yayasan bersama mitra melaksanakan makan gratis, tujuan kami adalah mau menyentuh warga Kota Ambon, yang kelas menengah ke bawah, terutama pengemudi becak, pengemudi ojek, anak-anak jalanan, pedagang asongan, penyapu jalan.“Yah kami bisa menularkan Berkat, Kasih, Kebahagiaan buat warga kota dan sehingga mereka juga tahu bahwa hidup mereka itu berharga, dan kami biasanya ada pesan-pesan positif, sebelum memulai gerobak makan gratis, supaya mereka bisa dengan pekerjaan, dengan profesi mereka, mereka bisa melakukan semuanya dengan tanggung jawab buat keluarga, rumah tangga mereka, dan tidak memakai berkat, yang mereka terima lewat pekerjaan, lewat profesi itu, dengan main judi. atau judi online, atau minum mabuk. tapi mereka bisa memakai berkat yang mereka dapatkan itu, untuk bisa membangun keluarga, rumah tangga mereka,”jelasnya.
Lanjutnya, saya bisa berikan contoh misalnya, daripada duitnya itu dipakai untuk untuk hal-hal yang salah atau sia-sia, lebih baik beli daging untuk anak makan, supaya dia pintar, aset untuk masa depan, “jadi lewat gerobak makan gratis ini, kami juga menyampaikan pesan positif, untuk masyarakat untuk warga kota yang datang makan di sini, dan yang paling utama adalah kami menjalankan atau mempraktekkan Kasih Kristus sehingga kasih itu, bisa berdampak bagi warga kota, bisa ditularkan bagi orang-orang yang datang makan, bukan saja mereka makan makanan secara jasmani, tapi mereka juga bisa punya kasih yang tertular, dan mereka bisa tularkan kasih itu di rumah tangga mereka, di lingkungan mereka dan di mana saja,
Harapan kami, kegiatan ini baru 1 bulan 1 kali, kemudian meningkat 1 bulan 2 kali, dan kami punya kerinduan itu, sampai bisa setiap hari, jadi dari gerobak makan gratis, kami mau sampai akhirnya bisa jadi warung makan gratis, kami mau pastikan bahwa warga Kota Ambon ini, tidak ada yang lapar, kalau lapar itu berarti memang karena malas datang saja,
Olehnya itu, lewat gerobak makan gratis ini, kami temukan misalnya ada pengemudi-pengemudi becak, yang bahkan mereka hanya makan satu hari satu kali, karena tidak dapat penumpang, ada bapak-bapak, opa-opa yang datang bilang bahwa dia tidak diperhatikan, kalau yang dia tinggal sendiri dan dia makan dua hari sekali, itu pun belas kasihan orang, ternyata di Kota Ambon ini banyak orang yang susah, dan lewat gerobak makan gratis ini, kami mau menjawab kebutuhan itu, dan ini sudah dua kali, kami ada kerjasama, dan bukan kami menawarkan tapi ada pihak-pihak atau kelompok-kelompok masyarakat, yang kemudian melihat pergerakan kami dan mereka menawarkan untuk mereka juga turut serta dalam gerobak makan gratis tersebut.
Kedepan dengan terus bekerja dan berdoa, kalau ada 30 lembaga saja atau 20 atau belasan lembaga saja, terus serta, apakah kita bisa beri makan setiap hari, kita bisa beri makan gratis warga Kota Ambon yang membutuhkan dan contohnya hari ini, kami kerjasama dengan dari STT Keiruso, mereka yang tanggung makanannya, kami dengan peralatan-peralatan kami, dengan metode=metode kami, dengan pergerakan-pergerakan kami, “tutupnya. )*






