MALUKUEXPRESS.COM, Ambon – Rilis rekapitulasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ambon mengungkap bahwa penanganan pohon di sejumlah ruas jalan belum sepenuhnya tuntas. Dari total 198 pohon yang terdata, baru 99 pohon atau sekitar 50 persen yang telah dipangkas maupun ditebang.
Kegiatan pemangkasan dan penebangan pohon di sejumlah ruas jalan di Kota Ambon terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keindahan lingkungan kota. Ambon 4 Mei 2026, Menindak lanjuti Arahan Bapak Walikota Ambon, DLHP, DAMKAR, BPBD dan PT.PLN melakasanakan Rapat Kordinasi Rencana Pemangkasan dan Penataan Pohon di Kota Ambon. Dan akan segera di Eksekusi.
Data ini memperlihatkan adanya ketimpangan penanganan di sejumlah titik. Di satu sisi, Jalan Nona Saar Sopacua mencatat progres hampir selesai dengan 26 dari 28 pohon telah ditangani. Namun di sisi lain, beberapa ruas jalan masih menunjukkan capaian yang jauh dari optimal.yang akan di lakukan di hari senin 4 Mei 2026
Jalan Saaid Perintah yang memiliki jumlah pohon terbanyak, yakni 37 pohon, baru mencatat 10 pohon yang dipangkas. Sementara di Jalan Kapitan Ulupaha, dari 17 pohon, hanya 5 yang telah ditangani. Kondisi ini menimbulkan perhatian, mengingat masih banyak pohon yang berpotensi menimbulkan risiko.
Beberapa lokasi lain seperti Jalan Benteng Kapaha (14 dari 25 pohon), Jalan Dr. Tamaela (13 dari 36 pohon), serta Jalan Slamet Riyadi (12 dari 24 pohon) menunjukkan progres menengah. Adapun ruas jalan dengan jumlah pohon lebih sedikit memang relatif lebih cepat ditangani, namun belum berdampak signifikan terhadap keseluruhan capaian.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon, Apris B Gasperz, menyatakan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat prioritas di lapangan.
“Kami fokus pada pohon-pohon yang berisiko tinggi terlebih dahulu. Penanganan dilakukan bertahap agar semua lokasi bisa terjangkau,” ujarnya.
Meski demikian, fakta bahwa masih terdapat 99 pohon yang belum ditangani menjadi catatan penting. Selain menyangkut estetika kota, kondisi ini juga berkaitan langsung dengan potensi risiko keselamatan, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
Dengan capaian yang baru menyentuh separuh dari total data, percepatan dan pemerataan penanganan kini menjadi sorotan. Publik menanti langkah lanjutan agar seluruh pohon yang berpotensi membahayakan dapat segera ditangani secara menyeluruh.(CM)






