MX.COM. POLDA MALUKU – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menghadiri kegiatan Daurah Da’i Maluku Angkatan ke-13 Tahun 1447 H/2026 M di Aula Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Anshor, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (2/5/2026).
Dalam kegiatan bertema “Da’i Maluku Penopang Dakwah dan Benteng Akidah” tersebut, Kapolda menegaskan pentingnya peran para da’i sebagai penjaga moral masyarakat sekaligus mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah.
Menurut Kapolda, tantangan dakwah saat ini tidak lagi terbatas pada ruang konvensional, tetapi telah bergeser ke ruang digital yang sarat dengan arus informasi cepat, termasuk penyebaran hoaks, provokasi, dan paham-paham yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Di era digital saat ini, informasi dapat menyebar sangat cepat. Sesuatu yang tidak benar bisa dianggap benar jika terus diulang. Karena itu para da’i harus hadir di ruang digital untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan mencegah generasi muda terpapar konten negatif,” kata Kapolda.
Ia menilai, dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan sosial masyarakat modern.
Kapolda juga menekankan bahwa tugas kepolisian dan dakwah memiliki kesamaan nilai, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Karena itu, sinergi antara aparat keamanan dan tokoh agama dinilai sangat penting dalam menjaga harmoni sosial di Maluku.
“Menjadi baik itu penting, tetapi mengajak orang lain kepada kebaikan adalah perjuangan. Baik polisi maupun da’i memiliki misi yang sama, yaitu menghadirkan kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Kapolda turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik sosial.
Menurutnya, pengalaman konflik sosial yang pernah terjadi di Maluku harus menjadi pelajaran berharga agar seluruh elemen masyarakat semakin memperkuat toleransi, moderasi, dan persaudaraan.
“Keamanan adalah fondasi utama pembangunan. Tanpa keamanan, seluruh potensi daerah tidak akan berkembang secara optimal,” tegasnya.
Kapolda juga mengajak para da’i untuk mengedepankan dakwah yang menyejukkan dan membawa nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, yakni Islam yang damai, moderat, serta menghargai keberagaman.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Intelkam Polda Maluku, Kasatgaswil Densus 88 Wilayah Maluku, Ketua MUI Provinsi Maluku, pimpinan Pondok Pesantren Al-Anshor, pimpinan wilayah Parmusi Maluku, Camat Salahutu, Kapolsek Salahutu, Raja Negeri Liang, serta sekitar 40 peserta da’i dari 11 kabupaten/kota di Maluku.
Daurah berlangsung khidmat dan interaktif serta menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara ulama dan aparat keamanan dalam menjaga ketahanan moral, persatuan, dan kondusivitas daerah.






