Malukuexpress.com, Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Partai Hanura Provinsi Maluku, tidak dapat dilanjutkan. dan Musdalub tidak menghasilkan Ketua Hanura Maluku yang baru.
Dinamika Musdalub berlangsung sejak 5-6 November 2021, di Marina Hotel, Ambon. Terjadinya dalam rapat pleno, Sabtu kemarin. Yang terkait dengan identitas dua calon pengganti Almarhum Payapo, dianggap tidak memenuhi syarat.
Sembilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura menolak Rony Sapulette dan Mus Mualim.
Menurut Ketua DPC Malteng, Yusman Opier mewakili 9 DPC menuturkan, bahwa Sapulette memiliki KTP dengan domisili Jakarta,”tandasnya kepada Media di Marina Hotel. Sabtu (6/11/2021)
Sedangkan Mus Mualim diklaim telah pindah partai. Bahkan telah menjadi pimpinan pada partai tersebut. Maka dengan itu keduanya dianggap menyalahi ketentuan dan aturan dalam kepartaian.
Dengan itu diputuskan, agar Musdalub diambil alih oleh DPP Partai Hanura di Jakarta.
Pada tempat yang sama juga menurut Sapulette bahwa Musdaub ini dilanjutkan ke tingkat DPP karena kehendak yang dipaksakan oleh para pemilik suara yaitu DPC.
Kalau mengikuti aturan organisasi, ada persyaratan umum dan khusus. Terlepas dari saya pribadi, bahwa ada salah satu DPC masalahkan tentang domisili. KTP itu kan berlaku Nasional, saya punya surat domisili Ambon, ada dan itu sudah disampaikan pada panitia sejak berproses.
Sementara dalam persyaratan khusus disebutkan, bahwa Setiap calon, Ketua DPD harus mendapat rekomendasi DPP maka itu yang harus menjadi satu pedoman.
Disisi itu juga menurut Mus Mualim bahwa Saya pikir keputusan yang sudah di putuskan DPP sudah inkrah, tadi sudah kita ikuti putusan yang sudah inkrah jua, untuk menghentikan Musdalub dan dibawa ke DPP jadi kita ikuti tahapan itu saja.
Saya pikir keputusan semua ada di DPP, Kita sebagai kader taat dengan aturan aturan yang nanti, di jalankan dan siap kita berproses,”jelasnya.
Saat di singgung dengan ada di Partai lain menurutnya Pembahasan itu nanti ada dewan kehormatan partai yang memutuskan.
“Saya belum pernah mengundurkan diri dari DPD Partai Hanura Maluku, sekarang ini juga saya masih menjabat sebagai bendahara aktif dan tidak ada satupun yang tidak saya jalankan semua masih berjalan,”tutupnya. (*)






