MALUKUEXPRESS.COM, Ada Dugaan Ketidakberesan Penyaluran Dana Hibah Aspirasi Salah Satu Anggota DPRD Maluku Partai Hanura Dapil SBB Untuk Pembangunan Mesjid Di Desa Hualoy Kabupaten SBB
Hal ini disebutkan oleh sumber yang enggan namanya dipublikasikan kepada media ini. Minggu (2/6).
Dirinya menjelaskan, kami sangat berterimakasih kepada Pa Dewan yang telah membantu negeri kami, yang walaupun dianggarkan ke Mesjid dan atas komunikasi dengan masyarakat, kemudian di alihkan ke TPQ, “Kami sangat berterimaksih”,
Yang jadi soal anggaran 50 juta ini yang diduga adalah dari APBD tahun 2023, dan memang anggaran tersebut sudah dicairkan sejak bulan 23 Juni 2023 dan berubah peruntukannya kepada TPQ Nurul Fajar Bukan untuk Pembangunan Mesjid lagi Hualoy atas komunikasi bersama.
“Selanjutnya, Kami melihat ada oknum tidak tertanggungjawab terhadap penyalurannya sudah tidak jelas, dan sampai hari ini tidak ada kejelasan yang jelas dalam peruntukan dana ini, “ungkapnya.
Sumber mengatakan, “Yang kita inginkan ada transparansi dari pengurusan ini ,” ungkapnya.
Sumber menambahkan, dana hibah ini 50 juta rupiah, ini uang yang banyak, sehingga kami terus mengawal, dan perlu tau sebab ini untuk kepentingan masyarakat hualoy bukan perorang atau kelompok tertentu saja, sehingga harus ada transparansi,”tutupnya.
Dijelaskan, 50 Juta Uang itu, harus ada progress yang baik dari peruntukannya,”ungkitnya.
Maka itu, saya memintakan kepada aparat penegak hukum untuk segera menyelidiki pengunaan dana ke TPQ pada oknum-oknum yang mengurus cairnya dana ini, karena sampai bulan juli ini, kami masyarakat belum melihat sesuatu progress dari pengunaan dana hibah tersebut, “yah paling tidak kami bisa kembali beri laporan dan mengucapkan terimakasih kepada pa dewannya,”tutupnya. (*






