AMBON TAK MAU LAGI TERJEBAK MACET: PARKIR DIDEREK, TRUK > 8 TON DIBATASI, WATERBUS & BRT DISIAPKAN. INI KATA SEKKOT AMBON

MALUKUEXPRESS.COM, Pemkot Ambon Siapkan Operasi Penertiban hingga Transformasi Besar Sistem Transportasi Kemacetan di Kota Ambon tidak lagi dipandang sekadar persoalan kendaraan yang terlalu banyak di jalan. Pemerintah Kota Ambon mulai menyiapkan perubahan besar terhadap sistem transportasi perkotaan, dari penertiban parkir, pengaturan kendaraan berat, digitalisasi lalu lintas, pembenahan angkutan umum hingga integrasi transportasi darat dan laut.

Pesannya tegas: jalan kota harus kembali berfungsi untuk bergerak, bukan menjadi tempat parkir.

Bacaan Lainnya

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah on-street parking atau parkir di badan jalan yang dapat mengurangi kapasitas efektif jalan hingga 30–50 persen.

Kawasan komersial, khususnya Jl. A.Y. Patty, menjadi salah satu titik yang akan mendapat perhatian serius.
Pemkot Ambon mendorong penerapan tarif parkir progresif di kawasan komersial untuk mengendalikan penggunaan ruang jalan sekaligus mendorong masyarakat menggunakan fasilitas parkir di luar badan jalan.
Tak berhenti di tarif.

DOUBLE PARKING: TAK ADA LAGI TOLERANSI?

Parkir berlapis atau double parking yang menghambat arus lalu lintas akan ditertibkan secara tegas.

Langkah penindakan yang disiapkan mencakup penggembokan hingga penderekan kendaraan.

Kebijakan ini menjadi penting karena satu kendaraan yang berhenti sembarangan dapat menciptakan efek domino: kapasitas jalan menyusut, antrean memanjang, waktu tempuh meningkat, dan akhirnya aktivitas ekonomi warga ikut terganggu.

Dalam jangka lebih panjang, Pemkot Ambon juga menyiapkan gedung parkir (off-street parking) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Dengan kata lain, solusi yang disiapkan bukan hanya “melarang parkir”, tetapi memindahkan kebutuhan parkir dari badan jalan ke fasilitas yang memang dirancang untuk parkir.

TRUK DI ATAS 8 TON AKAN DIBATASI MASUK KOTA SAAT JAM SIBUK

Persoalan lain datang dari sektor angkutan barang.
Aktivitas Pelabuhan Yos Sudarso yang berada dekat dengan pusat kota kerap beririsan dengan puncak aktivitas masyarakat. Pergerakan kendaraan berat pada jam sibuk dapat memperbesar tekanan terhadap jaringan jalan dan memicu perlambatan lalu lintas.

Karena itu, Pemkot Ambon mendorong kebijakan pembatasan jam operasional kendaraan berat di atas 8 ton.
Kendaraan tersebut diarahkan hanya melintas pada:
MALAM Hari Pukul 22.00–05.00 WIT
Konsepnya jelas: logistik tetap bergerak, tetapi pergerakannya diatur agar tidak bertabrakan dengan jam sibuk masyarakat.
Ini bukan sekadar kebijakan lalu lintas.
Ini adalah upaya menata ulang ritme pergerakan kota.

AMBON MENUJU LALU LINTAS BERBASIS TEKNOLOGI

Sekretaris Kota juga menegaskan bahwa manajemen lalu lintas akan diperkuat dengan teknologi modern.
Konsep yang disiapkan antara lain:
ATCS Terpusat / Command Center berbasis CCTV real-time;
Smart Parking System;
Aplikasi Info Lalu Lintas untuk memberikan informasi kondisi jalan dan rute alternatif.

Dengan sistem tersebut, pemerintah diharapkan tidak lagi hanya bertindak setelah kemacetan terjadi.
Lalu lintas dapat dipantau, dianalisis dan direspons secara real-time.

BUKAN SEKADAR PENERTIBAN: ADA ROADMAP 3 TAHAP

Pemerintah Kota Ambon telah menyusun skenario penanganan secara bertahap.

TAHAP I — 0–1 TAHUN

“Tertibkan Sekarang”
Prioritas pada penegakan hukum dan quick wins:
Penertiban parkir liar;
Sterilisasi terminal bayangan Mardika;
Penutupan u-turn yang tidak sesuai;
Pengaturan jam operasional truk logistik;
Penindakan terhadap parkir berlapis.

TAHAP II — 1–3 TAHUN

“Benahi Sistemnya”
Fokus diarahkan pada:
Optimalisasi aset;
Penataan ulang rute angkot agar tidak menumpuk di pusat kota;
Perluasan e-parking;
Penguatan ATCS;
Revitalisasi trotoar.

TAHAP III — >3 TAHUN

“Transformasi Transportasi Ambon”
Inilah bagian paling ambisius.
Pemkot menyiapkan:
Waterbus Teluk Ambon
Menghubungkan Poka/Wayame–Mardika dengan konsep integrasi transportasi darat-laut dan sistem satu tiket.
Bus Rapid Transit (BRT)
Mendorong angkutan massal yang lebih terstruktur dan terintegrasi.
Flyover/Underpass
Dipersiapkan pada titik-titik bottleneck kritis yang membutuhkan solusi infrastruktur makro.

DARI PARKIR HINGGA WATERBUS: AMBON SEDANG MEMILIH ARAH

Jika seluruh skenario tersebut dijalankan secara konsisten, penanganan kemacetan Ambon tidak lagi berhenti pada rekayasa lalu lintas harian.
Arahnya jauh lebih besar:
parkir ditata, truk diatur, angkot dibenahi, teknologi digunakan, transportasi laut diintegrasikan, angkutan massal diperkuat, dan infrastruktur bottleneck dibangun.
Artinya, Ambon tidak hanya ingin mengurangi kemacetan, tetapi mulai membangun ekosistem transportasi perkotaan yang terintegrasi.
Namun, keberhasilan agenda ini pada akhirnya akan ditentukan oleh satu hal:

KONSISTENSI.

Aturan yang bagus tidak akan berarti tanpa penegakan yang konsisten.
Teknologi tidak akan efektif tanpa pengelolaan yang serius.
Dan pembangunan infrastruktur tidak akan menyelesaikan masalah jika pola perjalanan masyarakat tidak ikut berubah.
Karena itu, transformasi transportasi Ambon membutuhkan kolaborasi pemerintah, aparat, pelaku usaha, operator angkutan, akademisi dan terutama masyarakat.

Dalam diskusi tersebut hadir Perwakilan Dirlantas Polda Maluku Kombes Pol. Dedy Eka Jaya Helmi, akademisi Universitas Pattimura Prof. Dr. Ir. Marcus Tukan, akademisi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Prof. Dr. John Ruhulesin, pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku, serta para pemangku kepentingan lainnya.

AMBON PUNYA PILIHAN:
TERUS BERDAMAI DENGAN MACET, ATAU MULAI MENGUBAH SISTEM.
Dan roadmap yang disiapkan Pemkot menunjukkan satu pesan:
AMBON INGIN BERGERAK. (CM)

Pos terkait