Malukuexpress.com, Masohi – Dalam apel pagi bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemerintah Daerah (Pemda). Penjabat Bapati Maluku Tengah (Malteng), Muhammat Marasabessy menyampaikan beberapa hal penting yang menjadi prioritas, terutama pada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) eselon II, III, IV maupun fungsional untuk meningkatkan kinerja.
Salah satu hal yang menjadi penting pada kesempatan itu yakni, menurunkan angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten bertajuk Pamahanu Nusa ini.
Hal ini, sebagaimana menindaklanjuti hasil rapat koordinasi nasional kepala Daerah dan Forkopimda. Dimana Presiden Republik Indonesia telah memberikan arahan kepada kepala Daerah di Tahun 2023, yaitu kendalikan inflasi.
“Angka kemiskinan yang terbesar itu kita (Malteng) dari 11 Kabupaten Kota,” kata Marasabessy dalam arahannya pada apel bersama seluruh ASN, senin (30/1/23).
Dikatakan terbesar angka kemiskinan lanjut Marasabessy, dikarenakan jumlah penduduk Malteng yang paling besar, diantara Kabupaten kota di Maluku, sekitar 425 ribu lebih jiwa.
“Angka kemiskinan ini pada Tahun 2022 kita sudah turunkan dua persen lebih, mudah-mudahan kedepan kita mampu untuk menurunkan dua sampai tiga persen lagi, saya harap kita semua kerjasama,” ucap Marasabessy.
Selain menurunkan angka kemiskinan, dirinya juga meminta kepada seluruh pimpinan OPD, untuk bersinergi menurunkan angka stunting, mendorong investasi, memaksimalkan potensi Daerah, menjaga stabilitas keamanan menuju Pemilu 2024.
Kemudian, Konsisten mengambil kebebasan beragama, menjaga kestabilan ketersediaan pasokan kebutuhan bahan pokok, sinergitas antara OPD, setiap OPD wajib menciptakan satu inovasi untuk mengembalikan inflasi, maksimalkan kerjasama antar Daerah, proaktif memantau stok dan harga dipasar.
“Saya harap, apa yang disampaikan ini dapat didengar dengan baik dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” tutur Marasabessy. (ME-08)






