BAPPEKOT Tual Setiap Tahun Tingkatkan Perencanaan Pembangunan Menunjang Akses Masyarakat.

  • Whatsapp

Tual, MX. Com. Pemerintah Kota Tual setiap tahun tingkatkan perencanaan pelayanan pemerintahan, pelayanan pembangunan maupun pelayanan kemasyarakatan demi mewujudkan visi dan misi Walikota Tual dan Wakil Walikota.

Hal ini diwujudkan melalui perencanaan program dan kegiatan seluruh satuan kerja perangkat Daerah (SKPD) Melalui rencana pembangunan jangkau pendek (RPJP), maupun rencana pembangunan jangkau menengah (RPJM), dan rencana pembangunan jangkau panjang (RPJP). Disesuaikan dengan periode kepemimpinan saat ini yang di pimpin Adam Rahayaan Walikota dan Usman Tamnge Wakil Walikota selama 5 tahun.

Hal ini dilihat dari pencapaian dan keberhasilan perencanaan Bappekot maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dibidang sarana dan prasarana termasuk SKP lainnya dibidang pembangunan. Banyak keberhasilan pembangunan sarana seperti pembangunan gedung kantor bagi SKPD yang belum memiliki gedung, pembangunan sarana umum Pasar, pembangunan rumah warga maupun pembangunan sarana peribadatan yang didukung bersumber dari dana pusat (DAK) lewat kementerian maupun dana bersumber dari APBD Provinsi dan APBD Kota Tual juga Disektor-sektor lainnya yang dikelola lewat SKPD lainnya.

Pembangunan yang dirasakan saat ini adalah pembangunan prasarana Jalan-jalan di Kota Tual maupun antar Desa dan Dusun di 5 Kecamatan diantaranya 3 Kecamatan kepulauan dan 2 Kecamatan daratan.

Saat ini peningkatan pemeliharaan pada beberapa ruas jalan di Kota maupun di Desa selain peningkatan jalan Holmix juga penggusuran dan penimbunan beberapa ruas jalan sesuai masterplen perencanaan tata Kota dari Bapeda maupun Dinas PU namun pekerjaan perlu mendapatkan perhatian dari semua stek holder DPRD maupun masyarakat dalam sisi Pengawasan maupun kontrol yang di lakukan mengingat perencanaan jalan lewat program dan kegiatan Bapeda dan PU untuk pembangunan jalan adalah pemborosan anggaran. Contoh, pelaksanaan pembangunan jalan yang direncanakan maupun pelaksanaan pekerjaan yang di laksanakan kontraktor khusus aspal butas (Hotmix) terkesan di beberapa ruas jalan terjadi pemborosan pendobolan anggaran pada akses jalan yang sama seperti ruas jalan yang sama seperti ruas jalan kantor DPRD atau depan rumah Wakil Walikota sudah terjadi pendobolan kurang lebih 3 kali pada waktu 5 tahu, dibandingkan ruas jalan depan kantor Walikota sudah lebih dari 5 tahun yang di kerjakan oleh kontraktor lain (PT Jakarta Baru).

Kemudian perencana pembangunan ruas jalan BTN, kantor Brimob terjadi pemborosan anggaran di mana jalan itu masih baik dibandingkan ruas jalan-jalan lain di Kota Tual maupun antar Desa dan Dusun tidak di perbaiki.

Kalau di liat ruas jalan BTN dan kantor Brimob kerusakan sebenarnya ada genangan air pada badan jalan tertentu Yang perlu di perbaiki dan solusinya Media jalan itu perlu dibuat penampungan air sehingga ketika ada cura hujan air sendiri disalurkan pada penampungan yang di lindungi dengan pagar, sekaligus penampung air dimaksud bermanfaat bagi tanaman-tanaman hias pada Media jalan.

Tetapi perencanaan dan pelaksana jalan dimaksud ditimbun ulang baru di Hotmix memang bagus namun di sisi lain akan diperbaiki trotoar kiri kanan bahu jalan yang sebagian sudah tengelam akibat penimbunan badan jalan, bahkan umur jalan tersebut dibilang tidak rasio untuk dikerjakan ulang.

Dalam catatan redaksi Malukuexpress.com Metty Naraha (Wartawan senior di Daerah Tual) Jumat 2 Oktober 2020 mendetailkan bahwa perlu ada perhatian khusus dari Pemerintah Daerah melalui pengawasan Dinas terkait untuk tingkatan pengawasan pekerjaan Hotmix yang terkesan sesudah dibangun sebelum 5 tahun jalan sudah rusak,  karena pengawasan tidak melekat dari masyarakat stek holder, Pers, temasuk DPRD di mana indikasi pekerjaan aspal Hotmix yang dikerjakan kontraktor Tunggal di Kota Tual terkesan tidak berkualitas sesuai spek yang tercantum dikontrak. Apabila pekerjaan sesuai spek berarti perencanaan dari Dinas PU dan Bapeda kurang baik karena proyek sayang kawan perencanaan asal-asalan saja dan terjadi pemborosan uang Negara.

Untuk itu media ini minta kepada Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Pusat Perwakilan Provinsi Maluku untuk melakukan Audit yang baik terhadap penyelenggara pembangunan fisik di Kota Tual khusus pembangunan jalan jangan sampai terkesan ada pemeriksaan dan Audit yang dilakukan Bapak tidak ada temuan ternyata dilapangan ada kerusakan di ruas jalan tentu di bawah 5 tahun. Semntara ruas jalan yang lain yang di kerjakan kontraktor yang lain bertahan diatas 5 tahun  bahkan sampai 10 tahun baru di renovasi dan diperbaiki. (Tim).

Pos terkait