Malukuexpress.com, Masohi – Pemerintah Daerah Maluku Tengah (Malteng), melaksanakan kegiatan pasar murah untuk warga menjelang hari raya Idul Fitri 1444 Hijria, yang berpusat di depan Masohi Plaza (Maplaz), jumat (7/4/23)
Hal ini dilakukan Pemda Malteng, untuk menekan harga sembako yang semakin melonjak.
Penjabat (PJ) Bupati Malteng Muhamat Marasabessy dalam sambutannya, sekaligus membuka kegiatan tersebut mengatakan, menjelang hari-hari besar keagamaan, permintaan bahan kebutuhan pokok, cenderung meningkat, yang berdampak pada kenaikan harga.
Kondisi ini tentu sangat membebani dan mengurangi daya beli masyarakat, terutama dari kalangan keluarga kurang mampu.
“Fenomena ini mendorong Pemda setiap tahun menggelar pasar murah, dengan maksud memudahkan masyarakat mendapat kebutuhan pokok yang relatif murah. Jika dibandingkan dengan harga pasar pada umumnya,” jelas Marasabessy.
Marasabessy juga mengatakan, dengan digelarnya pasar murah ini, masyarakat dapat menikmatinya, karena Pemda menggunakan skema subsidi.
Kebutuhan pokok yang disediakan Pemda untuk dijual pada pasar murah berupa, 10 ton beras, dan 6.000 liter minyak goreng.
“Saya harap masyarakat dapat memanfaatkan pasar murah ini dengan baik, aman dan tertib. Saya minta agar kita berikan kesempatan kepada masyarakat kurang mampu,” pintahnya.
Marasabessy berharap, ada monitoring petugas pasar murah dilakukan secara ketat dan mengedepankan pendekatan yang humanis. Selain itu dirinya juga tidak mau ada keluhan dari masyarakat, atas tidak profesionalnya pengelola pasar murah.
“Masyarakat harus merasakan kegembiraan selama pelaksanaan pasar murah, tidak boleh ada yang kecewa dan marah karena tidak bisa mendapatkan bahan pokok yang dijual. Semua harus merasakan manfaat positif dari kegiatan pasar murah ini,” jelasnya.
Ia juga berpesan agar menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, selama pasar murah berlangsung.
“Jangan sampai pasar murah ini menjadi tempat yang dapat memicu perselisihan yang berujung pada pertikaian antar warga. Saya perlu mengingatkan hal ini, karena pusat keramaian punya potensi kerawanan dalam berbagai bentuk dan modus, ucapnya. (ME-08)






