MALUKUEXPRESS.COM, Terpilihnya Frans J. Mamuaya sebagai Ketua Resor Periode 2026–2031, Bawa Semangat Konsolidasi dan Perubahan Organisasi
Setelah sekian lama mengalami kevakuman, semangat kebangkitan organisasi Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri di Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease mulai menemukan momentum baru.
Melalui Musyawarah Resor (Musres) I yang berlangsung pada 29 Oktober 2026, Frans J. Mamuaya resmi ditetapkan sebagai Ketua KBPP Polri Resor Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease periode 2026–2031.
Penetapan tersebut merupakan hasil proses musyawarah melalui pemilihan langsung dan bebas dari masing-masing Polres, dengan total 14 suara dalam proses pemungutan suara.
Terpilihnya Frans J. Mamuaya bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali roda organisasi yang sekian lama belum berjalan optimal.
“Sekian lama organisasi ini vakum, dan hari ini beta menyatakan siap memimpin. Beta tidak datang hanya untuk menduduki jabatan, tetapi beta datang dengan tanggung jawab untuk membangun, membenahi, mengonsolidasikan, dan menghidupkan kembali organisasi ini,” tegas Frans J. Mamuaya.
Dalam pernyataannya, Frans menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh peserta musyawarah yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Ia menegaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal, memperkuat soliditas anggota, membangun komunikasi antarpengurus, serta menata struktur organisasi agar berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Frans juga menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak akan berjalan sendiri. Ia akan membuka ruang komunikasi dan meminta arahan dari jajaran pengurus KBPP Polri Pusat, termasuk para senior organisasi yang memiliki pengalaman dalam membangun dan mengelola organisasi.
Menurutnya, pengalaman dan petunjuk dari pengurus pusat menjadi bagian penting agar KBPP Polri di Ambon dapat berkembang secara terarah, profesional, mandiri, dan tetap berada dalam garis koordinasi organisasi nasional.
“Beta ingin KBPP Polri di Ambon bukan hanya ada nama dan papan organisasi. Beta ingin organisasi ini hidup, punya kegiatan, punya program kerja, punya kepedulian sosial, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
EMPAT AGENDA BESAR KEBANGKITAN ORGANISASI
Kepemimpinan Frans J. Mamuaya diharapkan menjadi awal konsolidasi dengan sejumlah agenda penting:
Konsolidasi dan pembenahan organisasi. Menata kepengurusan, memperkuat komunikasi, serta menyatukan seluruh potensi anggota.
Memperkuat kemitraan dengan Polri. Membangun hubungan koordinatif dan kemitraan positif dengan jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polres hingga Polsek.
Membangun kontribusi nyata bagi masyarakat. Menghadirkan kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, kreativitas pemuda, serta penguatan wawasan kebangsaan.
Mengembalikan marwah organisasi. Menjadikan KBPP Polri sebagai wadah keluarga besar putra-putri Polri yang solid, disiplin, produktif, dan bermanfaat.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease selaku pembina KBPP Polri di tingkat Polresta menyampaikan harapan agar organisasi ini terus bertumbuh menjadi organisasi yang solid, profesional, modern, dan mandiri.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi Polri, memperkuat sinergi, menyukseskan konsolidasi internal, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
BUKAN SEKADAR JABATAN, TETAPI PANGGILAN PENGABDIAN
Bagi Frans, amanah sebagai ketua bukanlah sebuah kebanggaan pribadi semata. Jabatan tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk menyatukan seluruh elemen keluarga besar KBPP Polri di Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
Ia berharap tidak ada lagi sekat, perbedaan kepentingan, maupun ego sektoral yang menghambat perjalanan organisasi.
Seluruh anggota diharapkan dapat bergandengan tangan, saling mendukung, dan mengambil bagian dalam proses kebangkitan organisasi.
“Beta mengajak semua saudara, semua keluarga besar KBPP Polri, mari katong bangun organisasi ini bersama-sama. Tidak ada keberhasilan organisasi kalau hanya ketua yang bekerja. Katong semua punya tanggung jawab. Beta ingin organisasi ini menjadi rumah bersama, tempat katong bersatu dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” tuturnya.
Setelah penetapan ketua terpilih, Frans bersama tim formatur akan menyusun komposisi kepengurusan dan personalia Dewan Penasihat sesuai ketentuan AD/ART organisasi.
SATU TEKAD, SATU SEMANGAT, SATU TUJUAN: BANGKITKAN KBPP POLRI AMBON!
Periode 2026–2031 menjadi babak baru bagi KBPP Polri Resor Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Tantangan konsolidasi telah menanti, tetapi harapan untuk membangun organisasi yang lebih aktif, solid, dan bermanfaat kini menjadi semangat bersama.
Frans J. Mamuaya: Saatnya berhenti dari kevakuman, bergerak dalam kebersamaan, dan membuktikan bahwa KBPP Polri hadir untuk masyarakat, daerah, bangsa, dan negara. (CM)






