MALUKUEXPRESS.COM, Setelah kurang lebih 23 tahun mengalami kevakuman, Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Resor Kota Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease akhirnya kembali menorehkan sejarah baru.
Melalui Musyawarah Resor (Musres) I yang digelar Kamis, 29 Oktober 2026, di Lantai V Polda Maluku, organisasi keluarga besar Polri ini resmi membuka lembaran baru dengan menetapkan Frans Jemmy Mamuaya sebagai Ketua KBPP Polri Resor Kota Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease masa bakti 2026–2031.
Kebangkitan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, Musres I menjadi momentum kebangkitan organisasi yang selama bertahun-tahun tidak menjalankan konsolidasi secara optimal. Kini, semangat baru mulai dibangun dengan harapan KBPP Polri kembali hadir sebagai organisasi yang aktif, solid, mandiri, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
23 TAHUN VAKUM, SAATNYA BANGKIT DAN BERBENAH
Musres I menjadi tonggak penting perjalanan KBPP Polri di wilayah Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Kevakuman sejak 2003 menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi untuk kembali membangun struktur, menyatukan anggota, serta menghidupkan fungsi dan peran organisasi.
Kehadiran Musres ini sekaligus menjadi pesan bahwa KBPP Polri tidak boleh terus berada dalam kondisi vakum. Organisasi harus kembali bergerak, membangun komunikasi, memperkuat solidaritas, dan mengambil bagian dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kapolda Maluku, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., yang diwakili Kompol John Horhoruw selaku Wadir Binmas Polda Maluku. Turut hadir AKP Djafar selaku Kasat Binmas Polres Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease serta peserta Musres.
FRANS MAMUAYA TERPILIH MELALUI PEMUNGUTAN SUARA
Pemilihan Ketua Resor berlangsung melalui mekanisme musyawarah dan pemungutan suara secara langsung, bebas, dan demokratis oleh peserta yang memiliki hak suara dari masing-masing Polres.
Dari proses pemilihan tersebut, Frans Jemmy Mamuaya akhirnya ditetapkan sebagai Ketua KBPP Polri Resor Kota Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease periode 2026–2031.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Musyawarah Resor Nomor: SKEP-03/MUSRES-I/KBPP POLRI/RES-AMB/X/2026 tentang Ketua Resor Terpilih Pimpinan Resor KBPP Polri Kota Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease masa bakti 2026–2031, tertanggal 29 Oktober 2026.
Keputusan Musres juga memberikan mandat kepada ketua terpilih bersama tim formatur untuk menyusun komposisi dan personalia Dewan Penasihat serta Pimpinan Resor sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KBPP Polri.
BUKAN SEKADAR JABATAN, TETAPI TANGGUNG JAWAB MEMBANGKITKAN ORGANISASI
Terpilihnya Frans Mamuaya membawa harapan baru bagi seluruh keluarga besar KBPP Polri di Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
Tantangan kepemimpinan lima tahun ke depan bukan hanya membentuk kepengurusan, tetapi memastikan organisasi benar-benar hidup dan berjalan. Konsolidasi anggota, pembenahan administrasi, penguatan legalitas, pembentukan program kerja, hingga perluasan kemitraan menjadi pekerjaan penting yang harus segera ditindaklanjuti.
KBPP Polri diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi putra-putri keluarga besar Polri, tetapi juga berkembang menjadi organisasi yang profesional, modern, mandiri, berwibawa, serta mampu memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.
Momentum kebangkitan ini juga menjadi kesempatan untuk mengubah kevakuman menjadi gerakan nyata. Organisasi membutuhkan keterlibatan seluruh anggota, bukan hanya nama dalam struktur kepengurusan.
PERKUAT SINERGI DENGAN POLRI DAN MASYARAKAT
Dalam arahannya, perwakilan pimpinan kepolisian menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi Polri, memperkuat sinergi dan kemitraan, serta menyukseskan konsolidasi internal organisasi.
KBPP Polri memiliki posisi strategis sebagai bagian dari keluarga besar Polri yang dapat membangun komunikasi positif antara kepolisian dan masyarakat.
Selain itu, anggota diharapkan ikut mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, termasuk membantu menyosialisasikan layanan darurat Polri 110 sebagai sarana pelaporan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kepolisian.
Musres juga menjadi ruang untuk mendorong program-program produktif, seperti pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi kreatif, kegiatan sosial, peningkatan wawasan kebangsaan, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini Kota Ambon dan berbagai pemangku kepentingan.
2026–2031: MEMBANGUN KEMBALI MARWAH DAN EKSISTENSI KBPP POLRI
Terpilihnya Frans Jemmy Mamuaya menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk mengembalikan eksistensi KBPP Polri di Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
Setelah kevakuman panjang sejak 2003, organisasi kini dihadapkan pada momentum untuk membuktikan bahwa KBPP Polri masih memiliki ruang, potensi, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu merangkul seluruh anggota tanpa sekat, membangun komunikasi yang terbuka, memperkuat persaudaraan, serta menjadikan organisasi sebagai rumah bersama bagi keluarga besar putra-putri Polri.
Musres I KBPP Polri Resor Kota Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bukan sekadar agenda organisasi. Ini adalah titik awal kebangkitan, babak baru konsolidasi, dan momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan organisasi.
Dari kevakuman menuju kebangkitan. Dari konsolidasi menuju aksi nyata. Dengan kepemimpinan baru Frans Jemmy Mamuaya untuk periode 2026–2031, KBPP Polri Ambon kini memasuki babak baru perjalanan organisasi. (CM)






