MALUKUEXPRESS.COM, Darwin, Australia – Nama Prof. Sintya Latumahina kembali mengharumkan Maluku di kancah internasional. Melalui Azael Collection, UMKM binaannya yang juga merupakan anggota Ambon Sailing Community (ASC), ia sukses memperkenalkan kekayaan wastra dan fashion etnik Maluku dalam ajang bergengsi International Trade Show – Darwin Fusion ASEAN 2026 yang berlangsung di Hotel Hilton Darwin, Australia 15 Juli 2026.
Keikutsertaan Azael Collection bukan sekadar menghadiri pameran internasional, tetapi menjadi misi diplomasi budaya, membawa identitas Maluku ke hadapan pemerintah, investor, pelaku bisnis, dan delegasi dari sekitar 30 Sister City dan Friendship City yang hadir dalam forum Darwin Fusion ASEAN and Partners Forum 2026.
Mengusung semangat “Local Heritage, Global Market”, Prof. Sintya Latumahina menampilkan berbagai karya unggulan berupa kain tenun khas Maluku, handbag berbahan tenun, syal bermotif etnik, kalung mutiara, hingga berbagai aksesori eksklusif yang mengangkat filosofi budaya Maluku dalam sentuhan desain modern.
“Setiap karya yang kami tampilkan bukan hanya produk fashion, tetapi representasi identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat Maluku yang layak dikenal dunia,” ungkap Prof. Sintya Latumahina, yang juga merupakan dosen Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon.
Booth Azael Collection menjadi salah satu yang paling menarik perhatian selama pameran. Berbagai tamu penting, mulai dari Wali Kota Darwin, Konsulat Republik Indonesia di Darwin, pelaku usaha internasional hingga delegasi berbagai negara, mengunjungi stand tersebut dan memberikan apresiasi atas kualitas produk serta kekayaan motif tradisional Maluku yang dinilai memiliki potensi besar di pasar global.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa UMKM Maluku mampu bersaing di tingkat internasional apabila didukung inovasi, kualitas, serta keberanian membawa identitas budaya sebagai kekuatan utama. Di tangan Prof. Sintya Latumahina, wastra Maluku tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Ketua Ambon Sailing Community (ASC), Nico Tulalesy, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, kehadiran Azael Collection di Darwin Fusion ASEAN 2026 merupakan langkah strategis dalam memperluas pasar internasional sekaligus memperkenalkan warisan budaya Maluku kepada dunia.
“Prof. Sintya Latumahina telah membuktikan bahwa karya anak daerah mampu berdiri sejajar di panggung internasional. Ini bukan hanya kebanggaan bagi Azael Collection, tetapi juga kebanggaan bagi Maluku dan Indonesia,” ujar Nico Tulalesy.
Partisipasi Azael Collection mendapat dukungan dari Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun, ST., SH. serta PLN Unit Induk Wilayah Maluku, yang terus mendorong promosi produk kreatif daerah agar mampu menembus pasar ekspor.
Mengusung tema “Building Enduring Business, Cultural and Community Connections”, Darwin Fusion ASEAN 2026 menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk membangun jejaring bisnis, memperluas akses pasar, serta memperkuat hubungan ekonomi dan budaya antarnegara.
Melalui kehadiran Azael Collection, Prof. Sintya Latumahina kembali menegaskan bahwa wastra Maluku bukan sekadar kain tradisional, melainkan identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu bersaing di pasar internasional. Langkah ini menjadi inspirasi bahwa budaya lokal dapat menjadi kekuatan global ketika dipadukan dengan inovasi, kualitas, dan visi yang besar.
Dari Maluku untuk Dunia. Dari Warisan Budaya menuju Pasar Global. (CM)






