Hebat! ASC Bawa Maluku ke Forum Internasional, Perkuat Kerja Sama Australia–Indonesia

MALUKUEXPRESS.COM
Darwin, Australia – Kiprah Ambon Sailing Community (ASC) kembali mencatatkan langkah strategis di Australia. Dalam rangkaian agenda internasional di Kota Darwin, ASC tampil sebagai salah satu motor penggerak penguatan hubungan Maluku–Northern Territory melalui kerja sama di bidang investasi, pendidikan, pariwisata, kebudayaan, hingga perdagangan.Australia 14 Juli 2026

Pada forum Australia Indonesia Business Council (AIBC) Northern Territory, Ketua ASC, Nico Tulalessy, mendapat kesempatan memaparkan berbagai program yang telah dijalankan ASC dalam membangun konektivitas Maluku–Australia.

Di hadapan Lord Mayor Darwin Peter Styles, Direktur AIBC Northern Territory, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Darwin, para kepala daerah dari Indonesia, pelaku usaha Australia dan Indonesia, serta perwakilan AIBC Jakarta, Nico menjelaskan peran ASC sebagai penghubung (hub) kerja sama lintas sektor.

“ASC yg di Ketua Nico Tulalessy terus membangun jembatan kerja sama antara Maluku dan Australia melalui pendidikan, pariwisata, kebudayaan, investasi, hingga pengembangan sumber daya manusia. Semangat kami sederhana, membawa Maluku Mese Mena dikenal dan dihormati di panggung internasional,” ujarnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Bupati Malaka, Bupati Belu, Bupati Timor Tengah Utara (Kefamenanu), pelaku bisnis dari Maluku, Bali, Indonesia, dan Australia.

Tak hanya itu, ASC juga melakukan pertemuan resmi di Parliament House Darwin bersama Pemerintah Northern Territory yang diwakili Ms. Oly Carson dari Kementerian Multikultural. Pertemuan tersebut membahas penguatan Culture Synergy antara masyarakat Maluku dan Northern Territory sebagai bagian dari diplomasi budaya yang terus berkembang.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan kunjungan ke peternakan sapi modern di Berrimah, Darwin, bersama Direktur AIBC NT, Dr. Branckly E. Picanussa, Bupati Belu, serta sejumlah pejabat dari Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara.

Dalam kunjungan itu, rombongan mempelajari sistem peternakan modern hingga proses ekspor sapi hidup dari Australia ke Indonesia yang setiap pengiriman mencapai sekitar 3.500 ekor, sebagai referensi pengembangan sektor peternakan di kawasan timur Indonesia.

ASC juga menjadi bagian dari ASEAN Forum dalam agenda Darwin Fusion 2026, yang mempertemukan peserta dari enam negara ASEAN dan Australia. Forum tersebut membahas penguatan kolaborasi di bidang Business, Culture, Education, dan Tourism Connection, sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama regional yang lebih luas.

Sebagai bentuk penghormatan, delegasi Indonesia juga mendapat sambutan resmi dari Pemerintah Northern Territory melalui Minister for Trade, Business and ASEAN Relations, yang turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia.

Rangkaian pertemuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan Maluku dan Australia kini tidak lagi sebatas kedekatan geografis, tetapi berkembang menjadi kemitraan strategis yang mencakup sektor ekonomi, pendidikan, budaya, hingga investasi.

Melalui berbagai forum internasional itu, ASC terus memperkuat perannya sebagai jembatan diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy), sekaligus membawa semangat “Maluku Mese Mena” semakin dikenal di tingkat global dan membuka peluang nyata bagi kemajuan Maluku di masa depan. (CM)

Pos terkait