“Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, Wawali Ambon Elly Toisuta Rayakan Waisak 2570 BE Bersama Umat Lintas Iman

MX.COM, AMBON, 31/5/2026– Vihara Swarna Giri Tirta Gunung Nona dipenuhi suasana kebersamaan Minggu siang. Wakil Walikota Ambon, Elly Toisuta, S.Sos, menghadiri perayaan ramah tamah Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era/2026 Masehi dengan tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”.

Acara open house ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Ibu Maya Beby Lewerissa, para Pembimas Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Hadir juga Ketua Permabudhi Provinsi Maluku Ibu Aline, jajaran OPD Kota Ambon dan Provinsi Maluku, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh umat Buddha yang merayakan.

Dalam sambutannya, Wawali Elly Toisuta atas nama Pemerintah Kota Ambon menyampaikan selamat Waisak kepada seluruh umat Buddha di Ambon dan Maluku. Ia berharap perayaan Tri Suci Waisak menjadi momentum memperkuat keimanan, mempererat tali persaudaraan, dan menumbuhkan semangat toleransi antarumat beragama.

“Waisak adalah perayaan suci yang memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama: kelahiran Siddhartha Gautama di Taman Lumbini, pencapaian penerangan sempurna Bodhi di Bodh Gaya, dan wafatnya Buddha Gautama Parinibbana di Kusinara. Tiga peristiwa ini mengajarkan nilai-nilai luhur yang universal: kebijaksanaan, cinta kasih, welas asih, dan perdamaian,” ujar Elly.

Menurutnya, nilai-nilai itu menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling menghormati. Ia menegaskan kegiatan open house Waisak bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan wujud nyata keterbukaan dan kebersamaan.

“Ini teladan indah bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita untuk saling bersaudara,” katanya.

Wawali juga menyampaikan kabar membanggakan. Pada 22 April 2026, Kota Ambon resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 10 kota paling toleran di Indonesia.

“Ini hasil kerja nyata pemerintah, tokoh agama, masyarakat sipil, dan setiap warga Ambon yang tulus menjaga kerukunan sehari-hari. Acara open house Waisak ini bukti nyata capaian tersebut. Ketika umat Buddha mengundang saudara dari berbagai latar belakang agama untuk merayakan bersama, itulah toleransi yang hidup dalam tindakan, bukan hanya tertulis di atas kertas,” tegasnya.

Pemerintah Kota Ambon, lanjut Elly, berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan inklusif yang mempererat persatuan. “Kami percaya kerukunan umat beragama adalah fondasi utama membangun kota yang damai, adil, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia menutup sambutan dengan doa agar Waisak 2570 BE membawa berkah, kedamaian, dan kebahagiaan bagi umat Buddha, serta menginspirasi semua pihak untuk terus berbuat kebaikan kepada sesama. (*

Pos terkait