Malukuexpress.com, Ambon, SD Negeri 2 Tawiri menjadi Sekolah yang menjadi pilihan dalam Lokakarya Mini Pembelajaran Berbasis Digital Sekolah Enuma Indonesia yang diadakan oleh Yayasan Arika Mahina bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Ambon. Acara ini secara resmi dibuka oleh Koordinator Pengawas SD Dinas Pendidikan Kota Ambon Ibu Desse Lattu, M.Pd di SD Negeri 2 Tawiri. Jumat 02 Agustus 2024.
Direktur Yayasan Arika Mahina Ruth Saiya, dalam arahannya menjelaskan bahwa, Ini kegiatan di tahun ketiga kerjasama dengan Dinas pendidikan kota ambon didukung oleh THF dan Sekolah Enuma Indonesia. Di tahun ini kami menyelenggarakan mini workshop kepada dua sekolah yang baru bergabung yakni SD Negeri Toisapu dan SDN Tawiri. Dengan demikian ada 12 sekolah dasar di kota ambon yang menjalankan pembelajaran berbasis digital dengan menggunakan aplikasi sekolah enuma. di harapkan tahun ini, baik kedua sekolah yang baru bergabung maupun ke-10 sekolah lainnya, anak-anak yang menggunakan aplikasi ini mengalami peningkatan literani dan numerasi.
Lanjutnya, Di era transformasi digital ini, teknologi telah menjadi media pembelajaran bagi bagi satuan pendidikan. karena itu dukungan semua pihak tentu sangat kami harapkan agar semakin banyak anak memiliki akses terhadap kemajuan teknologi dan menerima manfaat dari transformasi digital. Sebenarnya kami masih membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk mensupport tablet bagi sekolah-sekolah. di mana pembelajaran berbasis digital dengan aplikasi sekolah enuma dilaksanakan. di SDN Toisapu misalnya kami masih membutuhkan kurang lebih 5 tablet dari 15 tablet yang ada. “
Nah, itu bisa difasilitasi oleh orang yang tua dari ekonomi mampu maupun dari pihak lain yang care dengan pendidikan anak khususnya peningkatan mutu literasi dan numerasi anak. Kami memiliki optimisme bahwa pembelajaran berbasis digital ini akan menolong anak pada jenjang sekolah dasar dapat memanfaatkan gadget yang mereka punya dengan lebih positif dan berdampak baik bagi masa depan mereka,”menutup sambutannya.
Kepala Sekolah SD Negeri 2 Tawiri Edward. J Purmiasa, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih buat Yayasan Arika Mahina yang sudah boleh memberikan kesempatan kepada kami SD Negeri 2 Tawiri dan Yayasan Arika Mahina sendiri yang telah berkordinasi, berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Ambon.
Oleh sebab itu, kami dari SD Negeri 2 Tawiri dan saya selaku Pimpinan mengucapkan terimakasih banyak karena Yayasan Arika Mahina sudah boleh mengijinkan kami untuk bergabung di dalam Sekolah Enuma Indonesia
Lanjutnya, Pembelajaran formal tetap berjalan ditambahkan dengan Ekskulnya, dan untuk kami SD Negeri 2 Tawiri, ini sesuatu hal yang baru, tetapi ini merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat, sekali bagi kami untuk pengembangan kepada anak-anak ini, apalagi dengan proses pembelajaran yang berbasis digitalisasi, yang mana perkenalan ini diawal fase yaitu fase A dan fase B atau kelas 1 dan kelas 2, dengan demikian ini merupakan suatu langkah baik dalam proses pembelajaran yang baik dan terarah sehingga anak itu, tidak terobsesi dengan Gadget yang dalam kutip bisa juga merugikan buat anak itu sendiri.
“Jadi program ini, kami sangat berharap berjalan dengan baik di SD negeri 2 Tawiri. pada prinsipnya kami terus merespons baik program yang disampaikan oleh Yayasan Arika Mahina, dalam sekolah enuma Indonesia,”ungkapnya.
Harapan kami, kedepan bukan hanya program Ekskul yang sudah di prakarsai oleh Yayasan Arika Mahina tetapi untuk program-program lainnya juga, yang memang dibuat oleh Yayasan Arika Mahina yang semuanya bersifat edukasi pendidikan jangan lupa hadirkan SD Negeri 2 Tawiri.
“Sekali lagi buat Pimpinan dan staf Yayasan Arika Mahina selaku pimpinan SD Negeri 2 Tawiri menyampaikan banyak terima kasih, semoga kita terus mempunyai persahabatan dan berkolaborasi dalam bidang pendidikan,”menutup sambutannya.
Kemudian, Koordinator Pengawas SD Dinas Pendidikan Kota Ambon Ibu Desse Lattu, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa, Aplikasi Digitalisasi Sekolah Enuma Indonesia ini benar benar memberikan latihan untuk mempersiapkan anak belajar mulai dari motorik-motorik halus bagaimana menghubungkan mengenal huruf, menyambung kata, mulai berhitung dan itu memberikan satu gambaran yang baik, bahwa visi sekolah enuma jelas melihat perkembangan belajar untuk semua anak dalam kemanusiaan.
Tak hanya itu, sekolah enuma telah mempersiapkan berbagai sarana digitalisasi untuk memudahkan belajar anak dan kemudian mempersiapkan anak memasuki proses belajar yang sebenarnya pada kelas berikutnya, dan juga atas dasar itu, setiap anak punya hak belajar maka setiap anak itu mempunyai akses untuk belajar. Oleh karena itu, apa yang di lakukan oleh sekolah enuma dalam menghadirkan berbagai fitur itu, mempermudahkan akses untuk anak itu belajar dengan baik.
“Tentunya hari ini, telah memberikan gambaran kepada sekolah dalam hal ini SD Negeri 2 Tawiri dan 11 sekolah yang lain bahwa sistem pendekatan yang dilakukan itu harus kemudian menjadi bagian sekolah untuk di adopsi dalam pembelajaran kelas-kelas selanjutnya,”paparnya.
Saya mau menjelaskan bahwa, memang berbasis digital tetapi ada pendekatan-pendekatan yang memberikan pembelajaran dengan mendapatkan pengalaman-pengalaman belajar sehingga belajar menjadi pola hidup anak kedepannya, karena masalah kita sekarang di literasi numerasi adalah bagaimana anak itu, dengan keinginannya untuk mengetahui sesuatu, dan dia mau belajar untuk mengetahui tidak karena paksaan, tidak karena sebuah kurikulum yang sengaja di buat saja, itu harus menjadi gaya hidup pada hidup anak itu kedepan, maka ini sesuatu yang kemudian, masih harus di perjuangan bersama menjadi bagi kita semua, di Kota Ambon maupun di Indonesia.
Oleh karena itu, kami mengharapkan SD Negeri 2 Tawiri dan 11 sekolah yang lain, itu harus kemudian menjadi bagian untuk kebijakan-kebijakan sekolah dan guru untuk meneruskan pembelajaran yang menyenangkan di kelas-kelas berikutnya.
“Kami memang ketika mendapatkan tugas ini, mempelajarinya dan ternyata memang ini sesuatu yang luar biasa untuk belajar dan dengan bermain dan itu sesuatu yang menyenangkan, karena semuanya ternyata berada di sekitarnya, Ini pola belajar yang lebih menyenangkan, dan dilakukan selama satu tahun di kelas 1 dan kelas 2, itu berarti kelas 2 sekarang dan setiap anak kelas 1 bisa melihat apa yang ada di dalam aplikasi itu, dan banyak sekali hal-hal yang bisa melatih anak tersebut,”jelasnya.
Untuk itulah, kami mengharapkan kerja sama yang baik tetapi juga menjadi dorongan bersama menciptakan anak-anak kita menjadi generasi penerus bangsa ini menjadi lebih baik dalam belajar, atas dasar semua itu maka saya mewakili Dinas Pendidikan Kota Ambon membuka dengan resmi Lokakarya mini Pembelajaran Digitalasi Sekolah Enuma Indonesia oleh Yayasan Arika Mahina di SD Negeri 2 Tawiri. (**/Tim)






