Lokakarya Mini Pembelajaran Literasi Digital Enuma, YAM Sambangi SD Negeri Toisapu

MALUKUEXPRESS.COM, SD Negeri Toisapu di Kota Ambon baru-baru ini menjadi tuan rumah bagi sebuah kegiatan penting dalam dunia pendidikan, yakni Lokakarya Mini Pembelajaran Berbasis Digital Sekolah Enuma Indonesia yang diadakan oleh Yayasan Arika Mahina.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Koordinator Pengawas Pendidikan Kota Ambon, Hans Lekatompessy. Dalam wawancaranya, Jumat (02/8) Hans Lekatompessy memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya Yayasan Arika Mahina yang telah berperan aktif dalam memajukan pendidikan berbasis digital di sekolah-sekolah, termasuk SD Negeri Toisapu.

Bacaan Lainnya

“Terima kasih kepada Yayasan Enuma yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan Workshop Mini di SD Negeri Toisapu hari ini. Sebagai pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Ambon, saya sangat mengapresiasi konsep pembelajaran digital yang diperkenalkan oleh Yayasan Arika Mahina lewat Sekolah Enuma, baik di sekolah maupun di rumah. Inisiatif ini sangat relevan dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa,” ujar Hans Lekatompessy.

Dalam pandangannya, Lekatompessy menekankan pentingnya pembelajaran digital untuk meningkatkan kompetensi literasi di sekolah-sekolah, terutama di SD Negeri Toisapu. Berdasarkan data yang ada, ia menyatakan bahwa penguatan literasi melalui pembelajaran digital di sekolah tersebut sangat diperlukan.

“Memang sangat baik dan sangat perlu untuk meningkatkan kemampuan literasi dan generasi siswa di sekolah ini melalui pembelajaran digital. Saya berharap inisiatif ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi dan narasi siswa di SD Negeri Toisapu,” tambahnya.

Tidak hanya mengapresiasi pelaksanaan Workshop Mini ini, Hans Lekatompessy juga menyampaikan harapannya terhadap peningkatan kerja sama antara Yayasan Arika Mahina, SD Negeri Toisapu, dan Dinas Pendidikan Kota Ambon ke depannya. Menurutnya, perlu ada langkah-langkah konkret untuk memperluas cakupan program ini ke kelas-kelas yang lebih tinggi, guna memastikan bahwa kompetensi literasi dan narasi siswa dapat berkembang secara optimal.
“Kami sangat berharap bahwa kemitraan ini dapat ditingkatkan di masa mendatang. Mungkin bisa diperluas ke kelas-kelas yang lebih tinggi, seperti kelas 3, 4, 5, dan 6, sehingga konten dan materi yang diberikan dapat lebih relevan dengan tingkat literasi yang lebih tinggi. Pada level yang lebih dasar, seperti kelas 1 dan 2, kompetensi literasi mungkin masih bersifat dasar, namun di kelas yang lebih tinggi, harapannya program ini dapat lebih menjawab kebutuhan literasi yang lebih kompleks,” ungkapnya.

Dengan demikian, Workshop Mini ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Ambon. Keberhasilan pelaksanaan Workshop Mini ini diharapkan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk mengikuti jejak SD Negeri Toisapu dalam menerapkan pembelajaran berbasis digital sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi siswa.

Yayasan Enuma, sebagai mitra pembangunan dalam pendidikan, telah menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pendekatan digital. Hal ini sejalan dengan visi Dinas Pendidikan Kota Ambon untuk menciptakan generasi yang tidak hanya melek huruf, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digital.
Dengan semangat yang tinggi, SD Negeri Toisapu, Dinas Pendidikan Kota Ambon, dan Yayasan Enuma berharap bahwa kerja sama yang terjalin ini dapat membawa perubahan yang signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam aspek literasi dan narasi, yang merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan kompetitif di masa depan.

Sementara itu, Direktur Yayasan Arika Mahina Ruth Saiya, dalam arahannya menjelaskan bahwa, Ini kegiatan di tahun ketiga kerjasama dengan Dinas pendidikan kota ambon didukung oleh THF dan Sekolah Enuma Indonesia. Di tahun ini kami menyelenggarakan mini workshop kepada dua sekolah yang baru bergabung yakni SD Negeri Toisapu dan SDN Tawiri.

Dengan demikian ada 12 sekolah dasar di kota ambon yang menjalankan pembelajaran berbasis digital dengan menggunakan aplikasi sekolah enuma. di harapkan tahun ini, baik kedua sekolah yang baru bergabung maupun ke-10 sekolah lainnya, anak-anak yang menggunakan aplikasi ini mengalami peningkatan literani dan numerasi.

Lanjutnya, Di era transformasi digital ini, teknologi telah menjadi media pembelajaran bagi bagi satuan pendidikan. karena itu dukungan semua pihak tentu sangat kami harapkan agar semakin banyak anak memiliki akses terhadap kemajuan teknologi dan menerima manfaat dari transformasi digital. Sebenarnya kami masih membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk mensupport tablet bagi sekolah-sekolah. di mana pembelajaran berbasis digital dengan aplikasi sekolah enuma dilaksanakan. di SDN Toisapu misalnya kami masih membutuhkan kurang lebih 5 tablet dari 15 tablet yang ada.

Nah, itu bisa difasilitasi oleh orang yang tua dari ekonomi mampu maupun dari pihak lain yang care dengan pendidikan anak khususnya peningkatan mutu literasi dan numerasi anak. Kami memiliki optimisme bahwa pembelajaran berbasis digital ini akan menolong anak pada jenjang sekolah dasar dapat memanfaatkan gadget yang mereka punya dengan lebih positif dan berdampak baik bagi masa depan mereka,”tutupnya. (*

Pos terkait