Dorong Percepatan Pengendalian Inflasi, Sahubawa Launching tiga Program Inovasi

Malukuexpress.com, Masohi – Dalam rangka mendorong percepatan pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024. Pj Bupati Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Dr. Rakib Sahubawa terus melakukan terobosan baru.

Kali ini, Sahubawa melaunching tiga program inovasi yang sudah disiapkan, diantaranya Gerai buku dan obat untuk duafa-TPID, santuanan duafa dan santunan kematian, serta pelayanan gratis pengantaran jenazah bagi warga tidak mampu.

Kegiatan ini, berlangsung di Maplaz pasar Binaiya Masohi, senin (12/2/2024).

Dalam sambutannya Sahubawa mengatakan, di Tahun 2023 Pemda sudah melaksanakan beberapa inovasi, diantaranya adalah santunan kaum duafa. yang dilakukan dalam pemberian uang tunai dan didukung oleh anggaran Pemda Malteng melalui dinas sosial maupun sumbangan zakat/donasi dari berbagai pihak.

“Tahun ini kita melakukan terobosan baru, dengan menterjemahkan lagi program santunan duafa tadi kedalam layanan yang lebih komplit, yaitu membuka Gerai TPID dan duafa yang meliputi, subsidi pangan bagi masyarakat tidak mampu,”

“Hari ini kita lanjutkan dengan pembukaan Gerai buku dan obat untuk duafa-TPID, Santunan duafa dan santunan kematian, serta pelayanan gratis pengantaran jenazah bagi warga tidak mampu,” kata Sahubawa

Dikatakannya, saat ini Pemda Malteng mendorong dua langkah sekaligus, yaitu membantu masyarakat miskin dan miskin ekstrem untuk berakses pangan gratis, dan masyarakat kurang mampu untuk mengakses kebutuhan pokok secara lebih murah melalui subsidi, baik toko obat maupun toko buku dan gerai pangan yang sudah di sediakan, dengan membawa kartu yang akan diberikan oleh dinas sosial.

“Jadi aksesnya gratis, hanya datang bawa kartu dan mendapatkan kebutuhan, tetapi dengan jumlah yang disediakan,”

Gerai obat disediakan oleh Pemda, berada di dua tempat, yakni di Maplaz dan di RSUD Masohi. Pemda juga sediakan 10 M, untuk mendukung pelayanan kesehatan gratis melalui BPJS bagi masyarakat yang kurang mampu berjumlah 18 ribu orang.

Lanjut Sahubawa, masalah lainnya yang sering dihadapi oleh masyarakat dan menjadi aspirasi yang diperoleh dari masyarakat, yaitu pengurusan jenazah dan penyediaan peti jenazah. Untuk itu Pemda Malteng juga memberikan bantuan berupa santunan kematian kepada masyarakat Malteng yang meninggal dunia dari kalangan yang kurang mampu.

“Setiap masyarakat kurang mampu meninggal dunia, kita beri santunan sekitar dua juta. Jika ada masyarakat yang meninggal di RSUD Masohi dan jenazah harus dibawa kerumah duka, kami juga menyediakan angkutan gratis,” ucap Sahubawa.

“Kami yakin bahwa, melalui sedikit sentuhan seperti ini akan mengurangi beban, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. Dan kita tahu bahwa masyarakat kurang mampu hampir sulit untuk memenuhi kebutuhan seperti yang kami sampaikan,” .

Dalam pengendalian inflasi ini, pemda Malteng mensubsidi harga secara umum dan menyediakan pangan gratis bagi kaum duafa, sementara dikalangan siswa, bisa mengakses buku gratis yang disediakan. (ME-08)

Pos terkait