MALUKUEXPRESS.COM, Informasi Kapal nelayan kecil dengan ukuran 10-12 GT, dengan tujuan mencari teripang di perairan Saumlaki, namun mengalami musibah tenggelam pada 19 Mei 2025 malam di Perairan Perbatasan Australia-Indonesia (Saumlaki). Ada Sebanyak 7 penumpang atasnama (Safimudin 46 th, Tahamaru 50 th, Kardianto 16 th, Aco 40 th, Tami 21 th, dan 2 lainnya). 1 penumpang bernama La Tami ditemukan selamat oleh nelayan Dobo dan memberi informasi terkait kejadian tenggelam kapalnya.
1 penumpang bernama Aco dinyatakan meninggal berdasarkan keterangan La Tami yang ditanya ketika sadar pasca ditemukan nelayan Dobo. 5 orang lain belum ditemukan hingga sekarang.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Basarnas pusat via instagram tapi tidak ada respon sehingga tidak ada tindakan pencarian hingga saat ini, “kata Sumber dari salah satu Keluarga Korban – Dr. Rahman, M.Si – Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpatti Ambon dalam rilisnya yang diterima media ini. Senin, 26 Mei 2025.
Atas lambannya penanganan atas proses pencarian korban lainnya, Ketua DPD Setya Kita Pancasila Maluku Wim Waileruny berkomentar dan berharap ada upaya yang cepat dari Pihak Basarnas terhadap korban hilangnya Kapal yang tenggelam tersebut sejak 19 Mei 2025 minggu kemarin.
Kaitan dengan musibah tersebut, selaku Ketua SKP Maluku mengharapkan pemerintah (Basarnas) untuk dapat mengambil langkah cepat guna mencari atau menyelamatkan korban. Walaupun sudah hampir seminggu tapi kita tetap berharap ada korban yang bisa diselamatkan.
“Kita tidak boleh biarkan mereka hilang saja tanpa ada upaya dari pemerintah untuk mencari menyelamatkan. Apalagi mereka berada di perairan yang berbatasan dengan Auatralia.
Harapannya ada upaya Pemerintah RI kordinasi dengan Pemeritah Australia untuk bisa ikut membantu mencari dan menyelamatkan. (*






