Heboh di Australia! Musik Bambu Maluku Memukau Charles Darwin University, Workshop Dr. Branckly Picanussa Tuai Apresiasi

MALUKUEXPRESS.COM, Darwin, Australia – Kekayaan musik tradisional Maluku kembali mencuri perhatian dunia internasional. Dr. Branckly Picanussa, Wakil Rektor III IAKN Ambon, sukses memperkenalkan seni pembuatan alat musik bambu dan gaba-gaba melalui workshop di Fakultas Musik Charles Darwin University (CDU), Australia 14 Juli 2026

Workshop yang berlangsung selama empat jam itu diikuti mahasiswa Fakultas Musik CDU bersama anggota Darwin Youth Orchestra (DYO). Kegiatan ini menjadi pengalaman istimewa karena untuk pertama kalinya CDU menghadirkan dosen dari luar Australia yang secara langsung mengajarkan pembuatan alat musik tradisional berbahan bambu dan gaba-gaba.

Antusiasme peserta begitu tinggi. Mereka tidak hanya mempelajari filosofi dan teknik pembuatan alat musik tradisional Maluku, tetapi juga membuat sendiri alat musik tersebut, memainkannya bersama, dan membawanya pulang sebagai kenang-kenangan sekaligus media pembelajaran.

Dosen Fakultas Musik CDU, Dr. Paulo, menyambut hangat kehadiran Dr. Branckly Picanussa beserta rombongan yang turut didampingi Ketua Ambon Sailing Community (ASC), Nico Tulalessy, dan Benamin Kakerissa. Menurutnya, workshop ini membuka wawasan baru tentang kekayaan budaya musik Nusantara dan menjadi pengalaman berharga bagi sivitas akademika CDU.

Dr. Branckly Picanussa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari kerja sama yang telah tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara IAKN Ambon dan Charles Darwin University.

“Ini bukan sekadar workshop, tetapi bagian dari pertukaran ilmu, budaya, dan penguatan kolaborasi internasional. Ke depan, kerja sama antara IAKN Ambon dan CDU akan terus ditingkatkan melalui berbagai program akademik dan kebudayaan,” ungkapnya.

Kebahagiaan juga dirasakan Pimpinan Darwin Youth Orchestra, Ms. Kim Shanahan. Ia mengaku sangat terkesan dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan alat musik tradisional Maluku, bahkan ikut membuat dan memainkannya bersama para peserta.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang sangat berharga karena membuktikan bahwa alat musik sederhana dari bambu mampu menghasilkan harmoni yang indah dan memiliki nilai budaya yang tinggi.

Workshop ditutup dengan penampilan musik kolaboratif. Mahasiswa CDU, anggota Darwin Youth Orchestra, dan Dr. Branckly Picanussa memainkan bersama alat-alat musik bambu hasil karya mereka, menciptakan suasana penuh keakraban yang menggambarkan indahnya persahabatan melalui bahasa universal: musik.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya Maluku tidak hanya hidup di tanah sendiri, tetapi juga mampu menembus panggung akademik internasional, memperkuat diplomasi budaya Indonesia, sekaligus mengharumkan nama Maluku di kancah dunia.(CM)

Pos terkait