Larat, Malukuexpress.com – Di tengah tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, sentuhan kemanusiaan dari jurnalis hadir di Desa Ridool dan Ritabel, Kecamatan Tanimbar Utara. Aksi sosial bertajuk “Jurnalis Peduli Sesama” yang digagas Jems Masela bersama rekan-rekan media, menjadi jawaban nyata atas tekanan ekonomi masyarakat desa, Kamis (01/5/2025)
22 kepala keluarga, mayoritas janda dan duda, menerima bantuan berupa beras 5 kilogram dan mi instan. Bukan sekadar donasi, kegiatan ini adalah simbol kepedulian dan kehadiran jurnalis di tengah denyut kehidupan rakyat kecil.
“Kepedulian adalah langkah awal menuju perubahan sosial yang nyata,” tegas Jems Masela, jurnalis sekaligus tokoh pemuda yang menjadi motor penggerak aksi ini.
Bukan Sekadar Simbolik – Ini Komitmen
Aksi ini bukan kegiatan sekali jalan. Jems telah menyusun rencana jangka panjang untuk menjangkau desa-desa lain di wilayah Tanimbar Utara. Ia menyadari bahwa perubahan tidak bisa ditunda, apalagi jika menyangkut kebutuhan pokok warga.
“Momentum ini harus kita ambil untuk menunjukkan bahwa wartawan juga punya tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Ajak Ormas dan Pemerintah Turun Gunung
Dalam kesempatan itu, Jems juga mengajak LSM, Ormas, dan lembaga sosial lainnya untuk bergandengan tangan menciptakan perubahan. Ia menekankan bahwa kemiskinan bukan hanya urusan pemerintah, tapi masalah bersama.
“Bantuan kecil ini semoga jadi pemantik bagi perhatian yang lebih besar dari pemerintah,” harapnya.
Wartawan Bukan Hanya Pengamat
Lebih dari sekadar peliput berita, Jems dan timnya memilih untuk terjun langsung ke lapangan, hadir di antara mereka yang paling terdampak. Ini menjadi bukti bahwa jurnalisme yang peduli bisa menjadi kekuatan perubahan.
“Kami ingin membangun kedekatan antara jurnalis dan masyarakat,” katanya lagi.
Dengan aksi ini, benang merah antara media dan kemanusiaan semakin nyata. Jurnalis bukan hanya saksi, tapi juga aktor perubahan
(Petu)






