Kajian Kualitatif BPS-BRIN: Populasi Penduduk Menua, Indonesia Butuh Teknologi Ramah Lingkungan

Malukuexpress.com, Proyeksi penduduk memperlihatkan Indonesia akan masuk dalam populasi penduduk menua (aging population) serta mobilitas penduduk yang semakin tinggi. Dalam ekonomi

hijau atau green economy sangat penting untuk dapat dihasilkan produk serta penerapan teknologi yang ramah lingkungan. Ekonomi hijau akan mendorong pergerakan industri hijau dengan prinsip efisiensi dalam proses produksi dan efektifitas dalam penggunaan sumberdaya alam berkelanjutan dan bersifat inklusif, Oleh sebab itu pelibatan aspek demografi yang menekankan dinamika kependudukan menjadi penting dalam pradigma ekonomi hijau. Pelibatan ini bukan hanya dari sisi kuantitas, namun yang jauh lebih penting adalah kualitas kependudukan itu sendiri.Jakarta, (19/10/2022.)

Indonesia menjadi salah satu negara yang menyatakan komitmennya mengurangi emisi gak rumah kaca (GRK) sebesar 29% di bawah business as usual pada 2030. Hal ini disampaikan Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ahmad Najib Burhani pada diseminasi hasil Kajian Kualitatif Pembangunan Ekonomi Hijau dan Kondisi Sosial Demografi Penduduk Indonesia.

Menurut Najib, teknologi ramah lingkungan dapat diterapkan dalam upaya mengurangi efek GRK. Setidaknya terdapat lima sektor utama yang menjadi target dalam pengurangan emisi GRK yakni kehutanan, energi, pertanian, industri, dan limbah. Pembangunan ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan merupakan salah satu perwujudan komitmen tersebut.

Guna mewujudkan komitmen itulah, pada tahun 2022 BRIN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi dalam “Kajian Kualitatif Pembangunan Ekonomi Hijau dan Kondisi Sosial Demografi Penduduk Indonesia” untuk mewujudkan kesejahteraan penduduk dan lingkungan berkelanjutan di 34 provinsi di Indonesia. Kajian ini adalah bagian dari kajian kualitatif long form sensus penduduk 2020.

“Tim peneliti akan menyampaikan hasil temuan penelitian terkait praktik ekonomi hijau yang sudah berlangsung di masyarakat Indonesia. Diseminasi ini setidaknya dapat menjadi media bagi peneliti untuk menyampaikan hasil penelitiannya serta diharapkan dapat menjadi bahan diskusi dan mendapatkan masukan dari para pembahas, pemangku kepentingan dan peserta diskusi lainnya untuk menyempurnakan kertas kerja yang disusun,” terangnya.

Dikatakan Najib, temuan riset ini memperlihatkan pola pengembangan ekonomi hijau di Indonesia masih bersifat project driven, tidak terorganisasi dengan baik (unorganized), (skala kecil) dan belum melakukan optimasi pada aset demografi. Hasil kajian kerjasama BPS dan BRIN disampaikan melalui kegiatan diseminasi yang diselenggarakan pada Oktober hingga November 2022.

Diseminasi akan berlangsung di tujuh kota yaitu Palembang, Semarang, Balikpapan, Makassar, Ambon, Kupang dan Manokwari. Selain hasil kajian berupa laporan penelitian, kerjasama dua lembaga ini menghasilkan laporan kebijakan (policy paper) serta film dokumenter jelajah praktik hijau Indonesia yang berjudul “Semai”. Dua produk riset tersebut akan dirilis dalam acara Indonesia Research and Innovation (INARI) Expo 2022.

Peneliti BRIN yang mewakili tim Provinsi Maluku Utara, Anta Maulana mengatakan, praktik ekonomi hijau dapat menjadi solusi yang tepat untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan sekaligus dapat meningkatkan nilai perekonomian di nelayan. Salah satu praktik ekonomi hijau yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah terkait dengan ecolabelling perikanan.

Sementara itu, Peneliti BRIN lainnya yang mewakili tim Provinsi Maluku, Mario Surya Ramadhan menjelaskan, Teluk Ambon dan Perairan Kepulauan Banda merupakan dua wilayah yang memiliki persoalan sampah laut yang memprihatinkan namun memunculkan insiatif masyarakat berinovasi mengelola sampah dan menciptakan diversifikasi produk olahan kelapa.

Sedangkan Peneliti BRIN dalam diseminasi regional Sulawesi, Triyono menjelaskan, biogas babi telah diterapkan sebagai praktek ekonomi hijau di Desa Tumaluntung, Provinsi Sulawesi Utara.

Selain itu, Anggi Afriansyah memberi paparan dari tim Sulawesi Tengah menemukenali bahwa di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah warga memperkuat praktik ekonomi hijau berupa konservasi mangrove yang bermanfaat secara ekonomi maupun green barrier dari bencana tsunami.

Diungkapkan Pandu Prayoga, peneliti dari tim kajian di Sulawesi Selatan adalah bahwa bank sampah di kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan memberi dampak sosial yang positif seperti warga semakin terjalin, dan perubahan paradigma masyarakat tentang sampah. (*

Pos terkait