Kodaeral VII dan Ambon Sailing Community Sukses Kawal Darwin-Banda Yacht Race 2026, Lima Kapal Terdepan Berpacu Sengit Menuju Banda

MALUKUEXPRESS.COM
AMBON, 3 Agustus 2026 – Darwin-Banda Yacht Race 2026 memasuki fase paling menegangkan. Lima kapal layar internasional kini berpacu ketat di perairan Indonesia untuk menjadi yang pertama mencapai garis finis di Banda, Maluku Tengah. Persaingan sengit ini menjadi sorotan sekaligus menandai suksesnya kolaborasi berbagai pihak dalam mengangkat Maluku sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

Ajang internasional tersebut mendapat dukungan kuat dari Komando Daerah Angkatan Laut VII (Kodaeral VII) yang bersinergi dengan Ambon Sailing Community (ASC) sebagai penyelenggara bersama Dinah Beach Yacht Club, Darwin, Australia.

Ambon Sailing Community (ASC) juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan penyelenggaraan event internasional ini, di antaranya Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tengah, Kantor Wilayah Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, Polsek Banda, Basarnas, Kecamatan Banda Naira, seluruh Pemerintah Negeri (KPNA) se-Kecamatan Banda, komunitas pariwisata di Banda, perangkat daerah (OPD), serta berbagai unsur lainnya yang telah memberikan dukungan penuh.

Sebanyak 14 kapal layar diberangkatkan dari Darwin, Australia, pada Sabtu (1/8/2026). Hingga kini, 13 kapal masih bertahan dalam perlombaan menuju Banda, sementara satu kapal, SV TA yang dinakhodai Peter Fielding, terpaksa kembali ke Darwin akibat kendala teknis.

Persaingan kini semakin memanas. Lima kapal yang berada di posisi terdepan adalah Indorfin (IRC Racing), Cheeta NT (Catamaran), Nautilus (Catamaran), Wallop (IRC Monohull), dan Mango Madness (IRC Monohull). Mereka saling memanfaatkan kecepatan angin dan strategi pelayaran untuk merebut posisi terdepan menuju Banda.

Para peserta berlomba dalam tiga kategori, yaitu IRC Racing, IRC Multihull, dan IRC Monohull. Setelah melintasi perbatasan Australia–Indonesia, armada peserta kini telah memasuki perairan Indonesia melalui kawasan Pulau Marsela dan Pulau Selaru di Kabupaten Maluku Barat Daya sebelum melanjutkan pelayaran menuju Kepulauan Banda.

Koordinator Ambon Sailing Community, Nico Tulalessy, mengatakan Darwin-Banda Yacht Race merupakan penyelenggaraan perdana hasil kolaborasi ASC dan Dinah Beach Yacht Club dengan mengusung tema “Come to Banda for Happiness”.

Menurutnya, event ini bukan sekadar perlombaan olahraga layar, tetapi menjadi simbol persahabatan Australia dan Maluku yang telah terjalin sejak lama, sekaligus membuka peluang besar bagi promosi pariwisata, investasi, dan ekonomi masyarakat pesisir.

“Selain itu, ASC juga mendukung program Pemerintah Provinsi Maluku untuk menjadikan Banda sebagai daerah tujuan wisata prioritas,” ujar Nico Tulalessy.

Darwin-Banda Yacht Race 2026 diharapkan menjadi agenda internasional tahunan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, memperkuat citra Maluku sebagai pusat wisata bahari Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan maritim.

Sinergi antara Kodaeral VII, pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, instansi teknis, serta masyarakat Banda menjadi bukti bahwa Maluku mampu menjadi tuan rumah event internasional yang aman, profesional, dan berkelas. Dengan persaingan yang semakin ketat menuju garis finis, perhatian kini tertuju ke Banda, tempat lahirnya sejarah rempah dunia yang kembali menjadi panggung pelayaran internasional.(CM)

Pos terkait