Kodam XV/Pattimura : Penataan Kawasan Demi Ketertiban, Kenyamanan serta Keindahan

MX.COM, Menanggapi pemberitaaan terkait pembangunan fisik yang disebut milik Kodam XV/Pattimura di kawasan Terminal Pasar Mardika, Ambon, yang diduga menggunakan atau menutup sebagian trotoar sehingga mengganggu akses pejalan kaki. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XV/Pattimura, Letkol Inf Adi Swastika, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan agar ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih tertib, terintegrasi, dan berdaya guna.

Menurut Kapendam, pembangunan fasilitas tersebut telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Ambon dan instansi teknis terkait. “Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari penataan kawasan sekitar Kodam XV/Pattimura dan telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Ambon serta pihak terkait. Kami memastikan seluruh proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta tetap mengutamakan kepentingan umum,” ujar Letkol Inf Adi, Selasa (25/8/2026).

Ia menjelaskan bahwa struktur bangunan yang saat ini berada di sekitar area trotoar merupakan bagian dari tahapan pekerjaan konstruksi dan tidak dimaksudkan untuk dihilangkan secara permanen. Penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari arahan Pangdam XV/Pattimura, yang menginginkan agar area tersebut ditata dan direvitalisasi kembali sehingga tetap dapat mengakomodasi kebutuhan pejalan kaki sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Ambon.

“Ini merupakan keinginan Bapak Pangdam XV/Pattimura, agar area tersebut ditata dan direvitalisasi kembali menjadi ruang bagi UMKM masyarakat, tujuannya jelas untuk meningkatkan perekonomian warga Ambon” jelasnya.

Kapendam mengatakan penyediaan ruang bagi UMKM di kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal sekaligus mendukung aktivitas perekonomian masyarakat sekitar Pasar Mardika. Dengan penataan kawasan ini, diharapkan tidak hanya menghasilkan fasilitas yang lebih tertib, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kapendam juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pembangunan terjadi gangguan terhadap kenyamanan dan mobilitas masyarakat, terutama pejalan kaki dan pengguna jalan. Ia mengatakan pelaksana di lapangan telah diinstruksikan untuk melakukan langkah-langkah mitigasi agar akses masyarakat tetap dapat difasilitasi secara aman selama pekerjaan berlangsung.

Menanggapi perbandingan antara pembangunan fasilitas tersebut dan penertiban lapak pedagang kaki lima yang sebelumnya menggunakan trotoar, Kapendam mengatakan kedua kegiatan tersebut perlu dilihat berdasarkan konteks, fungsi, serta aspek administrasi masing-masing. Ia mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan adanya perbedaan perlakuan atau standar ganda sebelum fakta, dokumen, batas area pekerjaan, dan dasar ketentuan pembangunan diverifikasi oleh instansi berwenang.

Kodam XV/Pattimura, lanjut Letkol Adi, akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku, serta instansi teknis terkait untuk memastikan aspek tata ruang, keselamatan pengguna jalan, fasilitas pejalan kaki, dan ketentuan pembangunan menjadi perhatian selama pekerjaan berlangsung. Kodam juga menghargai kritik dan masukan masyarakat serta pemberitaan media sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Kami menghargai kritik dan masukan masyarakat maupun pemberitaan media. Ini menjadi bagian penting bagi kami untuk melakukan evaluasi dan memastikan pekerjaan dapat berjalan secara tertib, transparan, serta tetap memperhatikan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Kodam XV/Pattimura berharap penataan kawasan Pasar Mardika dapat berjalan sesuai ketentuan, sekaligus tetap menjamin akses dan keselamatan pejalan kaki serta memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat. (Pendam 15)

Pos terkait