MALUKUEXPRESS.COM, Terkait dengan pemilu tahun 2024 nanti, Bawaslu Provinsi Maluku beserta seluruh jajarannya, telah mengusung gagasan demi keamanan Pemilu, agar tidak rumit seperti yang terjadi pada pemilu tahun 2019.
Dr. Subair, M.Si, selaku Bawaslu Provinsi Maluku saat di temui awak media bertempat di Kantor Bawaslu Provinsi Maluku, Jalan: Tjut Nyak Dien No. 16, Karang Panjang, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Kamis (19/10/2023) pukul 13:00 Wit.
Kepada wartawan Subair mengatakan, “Jadi pada tanggal 19-20 Oktober, kami telah melakukan kegiatan penguatan rakor kelembagaan guna menjalankan tugas-tugas Bawaslu dalam mengamankan pemilu tahun 2024 nanti, dan pesertanya adalah ketua dan kasek kabupaten kota.
Tambahnya, “untuk itu, pada tahun 2022 yang lalu, tugas dari ketua sendiri adalah mewakili lembaga keluar dan kedalam, karena tugas ketua itu tidak dipilih secara spesifik sebagai kordinator defisi, sehingga dia bertanggung jawab atas seluruh tahapan yang ada.
Lanjutnya, kita di Maluku ini hanya 3 orang, maka ketua itu otomatis menjadi Kodir SDM organisasi, jadi diluar dari jabatannya selaku SDM organisasi, tugas mereka adalah memastikan bahwa seluruh tugas-tugas pengawasan, harus sesuai dengan laporan, oleh semua pengawasan dilakukan secara bertahap, Tandas Subair.
Dirinya juga mengatakan, “kita semua tau bahwa, telah banyak kasus pilkada yang terjadi pada tahun 2020 kemarin, termaksd kabupaten kota yang juga ikut terjerat masalah pidana korupsi, penggelapan uang, dan lain sebagainya, sehingga ini harus dingitigasi dengan memastikan bahwa ketua dan kaset itu paham tentang tupoksi Bawaslu, dan paham dalam mengelola anggaran.
Oleh karena itu, rakor hari ini kita hanya mengundang 1 narasumber yaitu ibu Eka dari PSDM provinsi Maluku, tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinannya, karena hari ini kata Bawaslu selain melakukan pengawasan, tetapi juga adalah menager lembaga yang harus kita kordinasi dengan stakeholder-stakeholder terkait di wilayah kerjanya.
Selain itu pak Kaset sekarang ini juga sedang memberikan materi terkait dengan perencanaan anggaran dan pelaporan, dan pada staf khusus itulah yang nantinya akan memberikan pemuatan terkait dengan purposi ketua, “tutur Subair.
Dirinya berharap, pemilu tahun 2024 ini jauh lebih bagus dibanding pemilu tahun 2019, dan seluruh jajaran saya di kabupaten kota turut menjadi penyelenggara yang profesional, supaya bisa menegakkan keadilan pemilu di kabupaten masing-masing, dan penyelenggara yang mengutamakan pencegahan dibanding meningkatkan.
“Jikapun Setelah kita maksimal melakukan pencegahan, Masi ada permohonan sengketa, melalui laporan dugaan pelanggarann pemilu, maka kami sudah siap melakukan penanganan, dan terus memastikan bahwa pemilu jajaran kami itu sudah siap untuk melakukan pengawasan, apalagi ikape yang dirilis oleh Bawaslu pada tahun 2022 itu salah satu strategisnya adalah netralitas penyelenggara, sehingga kami memperkuat itu, “pungkas Subair tutup. (A/*)






