Menjelang HUT Kota Ambon 450 Tahun, Doa Lintas Agama Jadi Titik Terang Persatuan. jangan ada lagi Perpecahan Karena Kita Bersaudara Dalam Satu Iman

MALUKUEXPRESS.COM, Ambon, 4 September 2025 – Menjelang ulang tahun ke-450 Kota Ambon, ribuan doa di naikan . Dari Gereja Maranatha hingga Islamic Center Taustyah, gema harapan terucap: Ambon harus tetap bersatu, Ambon harus terus bergerak bersama, Membangun Ambon, Maluku dan Indonesia

Pemerintah Kota Ambon menggelar Doa untuk Kota Ambon sebagai refleksi perjalanan panjang sekaligus komitmen menghadapi masa depan.

Bacaan Lainnya

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting: Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, Wakil Wali Kota, Elly Toisutta, Uskup Amboina, Mgr. Seno Ngutra, serta para pemimpin gereja, di antaranya Pdt. Freddy Simon dan Pdt. Elifas Maspaitella (Ketua MPH Sinode GPM).

Ibadah dipimpin Pdt. Hendrik, sementara Pdt. Hendrik M. Takaria, Sekretaris Klasis Kota Ambon, membawakan khotbah dari Roma 12:1–8. Pesannya tegas: keberagaman karunia dan panggilan pengabdian adalah kekuatan bagi masyarakat Ambon.

“Doa lintas agama ini adalah cerminan bahwa membangun kota tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat,” kata Wali Kota Wattimena dalam sambutannya.

Dari Gereja ke Masjid: Simbol Toleransi Ambon Yang Manis,beta for Ambon,Ambon for Samua.
Siang harinya, semangat yang sama berlanjut di Islamic Center Taustyah. Umat Muslim berkumpul, dipimpin doa oleh H. R.A. Fachrurrazy Hasannusi, S. Fi’il, M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ambon.

Gereja dan masjid, dua rumah ibadah yang berbeda, namun hari itu menyatu dalam satu suara: memohon berkat, perlindungan, dan masa depan damai bagi Ambon, Maluku, dan Indonesia.

Pagi / Siang Gereja Maranatha Ambon Pdt. Hendrik; Pdt. Hendrik M. Takaria; Wali Kota; Uskup; Tokoh GPM Doa bersama lintas agama (Kristiani) Siang Hari Islamic Center Taustyah Kepala Kemenag Ambon – H. R.A. Fachrurrazy Hasannusi Doa bersama (Islam)

Ambon Bergerak Bersama

Tema besar “Bergerak Bersama untuk Ambon, Maluku, dan Indonesia” bukan hanya slogan, tapi nyata terasa dalam momen ini.

Dua rumah ibadah, dua tradisi iman, dua cara berdoa — namun satu tujuan: menjaga Ambon agar tetap inklusif, berkelanjutan, dan penuh persaudaraan.

HUT ke-450 bukan hanya angka, melainkan titik refleksi. Ambon menunjukkan ke Indonesia dan dunia bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan toleransi adalah masa depan.
Ambon bersatu, Maluku bangkit, Indonesia maju. (cm)

Pos terkait