MALUKUEXPRESS.COM, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Provinsi Maluku menggelar pelantikan dan rapat kerja kepengurusan Badan Koordinasi (BADKO) sebagai langkah konsolidasi organisasi serta penguatan sistem kaderisasi. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua Bidang Pengembangan Aksi dan Organisasi (PAO) PB HMI, Sukri, dan berlangsung pada Jumat (9/1/2026) di lantai 5 Gedung DPRD Provinsi Maluku.
Dalam struktur kepengurusan tersebut, Andi A. Sagama dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum BADKO HMI Maluku, didampingi Sahrul Wadjo sebagai Sekretaris Umum.
Sejumlah pejabat dan undangan turut menghadiri kegiatan ini, di antaranya perwakilan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang diwakili Asisten I Djalaludin Salampessy, perwakilan Polda Maluku, anggota DPRD Provinsi Maluku, DPRD Kota Ambon, DPRD Kabupaten Tual, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan Asisten I, disampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas terselenggaranya pelantikan BADKO HMI Maluku. Gubernur menegaskan peran historis HMI sebagai organisasi kader yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa serta berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui penguatan nilai keislaman dan keilmuan. Tema kegiatan, “Transformasi Kepemimpinan HMI Menyambut Indonesia Emas 2045”, dinilai selaras dengan tantangan pembangunan nasional saat ini, sehingga HMI diharapkan mampu melakukan pembaruan kepemimpinan dan sistem kaderisasi guna berperan strategis menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum BADKO HMI Maluku, Andi A. Sagama, memaparkan dua program prioritas organisasi. Pertama, penguatan internal melalui pelaksanaan Latihan Kader III guna mencetak kader yang berkualitas dan berdaya saing. Kedua, membangun sinergi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota dalam pengembangan potensi daerah dan keunggulan lokal Maluku. Ia juga menegaskan komitmen HMI untuk mengawal kebijakan yang berkaitan dengan konsep Provinsi Kepulauan dan Indonesia Kepulauan.
Terkait transformasi kepemimpinan, Andi menilai bahwa perubahan zaman menuntut pola dan pendekatan kepemimpinan yang adaptif. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, seorang pemimpin dituntut mampu memahami dan memanfaatkan kemajuan tersebut agar tetap relevan. Ia juga mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk bergabung dengan HMI sebagai wadah pembentukan pemimpin yang berilmu dan berintegritas. Saat ini, HMI Maluku memiliki tujuh cabang di berbagai kabupaten dan kota dengan jumlah kader mencapai ribuan orang, di mana Cabang Kota Ambon menjadi yang terbesar.
Sementara itu, Sekretaris Umum BADKO HMI Maluku, Sahrul Wadjo, menegaskan komitmen organisasi untuk mengawal berbagai agenda strategis negara dan daerah, sekaligus menjadi saluran aspirasi masyarakat. BADKO HMI Maluku juga siap mengawal program nasional seperti Maluku Integrated Board hingga tercapainya target yang ditetapkan. Selain itu, organisasi mendorong pengembangan hilirisasi sagu di wilayah Kepulauan Seram Bagian Timur yang akan dikonsolidasikan ke seluruh cabang untuk diperjuangkan pada forum kongres mendatang. **(NN)






