GMI Maluku: Isu Negatif terhadap Apries B Gaspersz Dinilai Sarat Kepentingan Politik

MALUKUEXPRESS.COM, Ambon-Apries B Gaspersz menjadi sorotan publik di tengah proses seleksi Sekretaris Kota Ambon. Namun di balik dinamika tersebut, muncul berbagai isu negatif yang dinilai tidak berdasar dan sarat kepentingan politik.
Jumat 22 Mei 2026

Ketua LSM Gerakan Masyarakat Indonesia Maluku, Ahmad Loilatu atau yang akrab disapa Mato, angkat bicara terkait berbagai tuduhan yang diarahkan kepada mantan Sekwan DPRD Kota Ambon itu.
Menurut Mato, narasi yang sengaja dimainkan saat ini merupakan bentuk serangan politik yang bertujuan menjatuhkan kredibilitas Apries B Gaspersz di tengah proses seleksi Sekot Ambon yang sementara berjalan.

“Kalau memang ada persoalan, kenapa tidak diusut dari dulu? Kenapa baru sekarang diributkan saat beliau ikut seleksi Sekot? Ini jelas menunjukkan ada pihak-pihak yang mulai takut dengan peluang dan kapasitas Pa Apries,” tegas Mato.

Ia menilai, pola serangan yang dibangun melalui isu-isu liar tanpa dasar hukum yang jelas merupakan upaya pembentukan opini publik secara sistematis untuk menciptakan persepsi negatif di masyarakat.
Mato bahkan menyebut bahwa berbagai tudingan tersebut sudah masuk dalam kategori framing politik yang tidak sehat dan cenderung mengarah pada fitnah personal.

“Ini bukan kritik yang sehat. Ini framing yang sengaja dimainkan untuk menjatuhkan nama baik Pa Apries B Gaspersz. Masyarakat jangan mudah terpancing dengan narasi asbun yang belum tentu benar,” ujarnya.
Di tengah derasnya dukungan publik terhadap figur birokrat senior tersebut, nama Apries B Gaspersz justru semakin dikenal sebagai sosok yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak birokrasi yang kuat di Kota Ambon.
Sebagai mantan Sekwan DPRD Kota Ambon dan kini menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Apries dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk menduduki jabatan strategis sebagai Sekretaris Kota Ambon.

Mato juga mengajak masyarakat Kota Ambon agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial maupun ruang publik. Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.

Selain itu, Mato berharap proses seleksi Sekot Ambon tetap berjalan profesional tanpa intervensi kepentingan politik tertentu.
“Mari kita jaga ruang publik tetap sehat. Fokus pada kapasitas dan kualitas calon, bukan pada propaganda murahan yang sengaja dimainkan untuk menjatuhkan seseorang,” pungkasnya.

Sementara itu, publik kini menanti keputusan akhir dalam proses seleksi Sekretaris Kota Ambon yang dinilai akan menentukan arah birokrasi dan pelayanan pemerintahan Kota Ambon ke depan.(CM)

Pos terkait