MALUKUEXPRESS.COM, AMBON, Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) menyatakan dukungan penuh terhadap pelatihan pembuatan sabun cair ECO Enzym dari limbah dapur yang melibatkan pemuda lintas iman. Kegiatan ini digelar oleh Klasis GPM Kota Ambon, bidang Pengembangan Oikumene Semesta, Sub Bidang Pembinaan Kerja Sama Antar Agama dan Aliran Kepercayaan, yang berlangsung selama dua hari, 22-23 Agustus 2025, di Bere-Bere, Lakpona Maili Eco Friendly.
Plt. Sekretaris Dinas DLHP Kota Ambon yang juga membidangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, Novanda Risakotta, S.AP, menilai kegiatan ini sebagai langkah positif gereja dan berbagai denominasi agama untuk turut serta dalam menjaga lingkungan.
“Kita bersyukur karena peran gereja dan juga denominasi lain sangat nyata. Pemerintah dan gereja bersama-sama menyentuh umat dan masyarakat. Lewat kegiatan ini, ada penyampaian informasi dan implementasi nyata yang bisa merubah mindset dan perilaku masyarakat, walaupun kecil, tapi dampaknya akan terasa,” ujar Novanda saat ditemui di sela-sela kegiatan, Jumat (22/8/2025).
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena tidak hanya memberikan pemahaman baru, tetapi juga mendorong terjadinya duplikasi pengetahuan. Dengan begitu, informasi mengenai pengolahan limbah dapur menjadi produk ramah lingkungan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Saya optimis, kalau informasi ini berjalan dan bisa diduplikasi oleh para peserta, maka akan lebih banyak masyarakat yang terlibat. Pemerintah Kota sangat mendukung penuh, karena kegiatan seperti ini juga menjawab salah satu dari 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon,” tambahnya.
Novanda juga mengapresiasi inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Uce, pemilik Lakpona Maili Eco Friendly. Ia menilai lokasi yang dulunya kumuh kini telah berubah menjadi tempat edukasi dan inovasi pengelolaan limbah.
“Beta kaget luar biasa. Tempat yang dulunya berbeda sekali sekarang jadi lebih baik. Pak Uce dengan inovasinya bisa membuat lahan yang sebelumnya penuh sampah menjadi lebih bermanfaat. Orang-orang seperti beliau ini yang kita butuhkan sebagai motivasi,” kata Novanda.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Pemkot Ambon siap membuka ruang diskusi dan kerja sama untuk memberikan dukungan lebih nyata.
“Tadi saya sudah sampaikan ke Pak Uce, kita akan diskusikan langkah apa yang mesti diambil supaya dukungan dari pemerintah lebih optimal. Ini penting sekali dalam memerangi persoalan sampah di Kota Ambon,” pungkasnya.
Melalui kegiatan pelatihan ini, Pemkot Ambon berharap sinergi antara pemerintah, gereja, dan pemuda lintas iman dapat menjadi gerakan kolektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan serta mendorong gaya hidup ramah lingkungan di kalangan masyarakat. (MN)






