Malukuexprees. com. sejumlah pedagang pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) akan mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru Selatan yang beralamat di jalan kilo 2 desa Labuang kecamatan namrole.
kedatangan para pengecer ke kantor DPRD menyusul adanya surat edaran dari dinas perdagangan ke sejumlah APMS di namrole terkait larangan pengisian bahan bakar minyak (BBM) melalui drum dan jirigen.
Said lesbasa korlap aksi .kepada media ini 28/3/2022 membenarkan iya, kita akan menghadap ke wakil-wakil rakyat yg duduk di Senayan jalan kilo 2 namrole itu, kita akan melakukan aundes sekaligus menyampaikan aspirasi kami selaku masyarakat kecil dalam mencari sesuap nasi d daerah yang kita cintai ini.
Kata lesbasa .Pendemo sangatlah kecewae terhadap wakil rakyat .sampai jam.gini tidak ada satu anggota DPRD di kantor rakyat apa wakail rakyat tidak bisa memanggil kadis Disperindag untuk mencabut surat edarannya karna menyusahkan rakyat.
Masih lanjutnya, aturan yang di ambil Pemda Bursel melalui dinas perdaganggan menurut hemat kami ini bagian dari pembunuhan ekonomi masyarakat kecil seperti kami, buru selatan maju dan berkembang karena ada bagian dari integral eksistensi masyarakat kecil seperti kami, “Jelasnya.
Kami sadari sunguh bahwa, masih lanjut Lesbasa, Sesuai UU migas nomor 22 Tahun 2021 tentang minyak bumi dan gas tidak ada aturan pengecer di jalan, namun di balik semua ini kami meminta kebijakan pemerintah daerah untuk merespond kebijakan demi masyarakat.
Apalagi saat ini perputaran roda ekonomi belum stabil d masyarakat terutama bagi kami masyarakat kecil yang hanya mencari sesuap nasi. Bahkan kami dari sebagian pengecer di Bursel turut membantu pemerintah dalam melakukan laju pertumbuhan ekonomi saat ini, saya ambil contah saat ini perjalanan dinas mendesak mulai dari OPD, anggota DPRD bahkan ketua DPRD itu semua kami bantu melayani demi kebutuhan daerah.
Olehnya harapan kami buat Pemda dan dinas terkait kata Lesbasa, agar memberikan kebijakan yang terbaik buat kami dan daerah yang sama kita cintai ini. Masa Jakarta dan Ambon kota-kota besar dan maju saja ada pengecer BBM masa kita di namrole kabupaten ini tidak ada pengisian BBM ini khan sangat naif,”pungkasnya.
Saat di temuai salah satu warga namrole mengatakan bahwa kami sangat kesulitan ketika malam hari kehabisan minyak di kendaraan kami karena APMS sudah istirahat.(Mat)






