Ambon – Malukuexpress.com, Deretan karung beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lain tertata rapi di lokasi pengungsian Desa Hunuth. Bukan sekadar bantuan, tetapi simbol nyata solidaritas pela-gandong ketika para raja dan kepala desa se-Kota Ambon hadir langsung untuk menyerahkan sembako kepada para pengungsi.
Di tengah suasana sederhana, para pimpinan negeri menyampaikan pesan bahwa hubungan persaudaraan di Maluku harus hidup dalam tindakan nyata.
“Bantuan ini kecil nilainya, tapi besar artinya. Kami ingin menunjukkan bahwa ikatan pela-gandong bukan sekadar cerita, melainkan hidup di hati kita bersama,” ungkap salah satu kepala desa.
Bagi warga Hunuth yang sementara harus meninggalkan rumah mereka, kedatangan rombongan raja/kades menjadi penyemangat. Sembako yang dibawa membantu kebutuhan harian, namun lebih dari itu, kehadiran dan perhatian membuat mereka merasa tidak ditinggalkan.
Seorang pengungsi mengaku terharu. “Kami kuat bukan karena sembakonya saja, tapi karena merasa ada saudara yang peduli. Itu yang membuat kami tetap tabah,” katanya.
Langkah ini memperlihatkan bahwa nilai budaya Maluku masih kokoh di tengah tantangan zaman. Ketika satu kampung bersedih, kampung lain datang menopang.
Kehadiran para raja/kades di Hunuth menjadi pengingat sederhana bahwa di Ambon, solidaritas bukan jargon – tetapi praktik nyata yang diwariskan leluhur. (*






