Usai Temui Menteri Tenaga Kerja, Dimas Luanmase Langsung Bertemu Gubernur Maluku: Nasib Buruh Jadi Sorotan!

MALUKUEXPRESS.COM, Ambon — Isu ketenagakerjaan di Provinsi Maluku kini mulai mendapat perhatian serius. Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) sekaligus Ketua Partai Buruh Provinsi Maluku, Dimas Luanmase, bergerak cepat usai melakukan pertemuan dengan Menteri Tenaga Kerja dengan langsung menemui Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Senin (11/5/2026).

Pertemuan dua tokoh tersebut berlangsung hangat namun sarat pembahasan penting terkait kondisi buruh dan pekerja di Maluku yang selama ini dinilai masih menghadapi banyak persoalan.

Mulai dari upah pekerja, perlindungan hak-hak buruh, jaminan sosial tenaga kerja, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), semuanya dibahas secara serius dalam agenda tersebut.

 

“Buruh Harus Jadi Prioritas Pembangunan”

 

Dalam pertemuan itu, Dimas Luanmase menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap kondisi para pekerja di Maluku.

Menurutnya, masih banyak buruh yang membutuhkan perlindungan hukum dan kepastian hak normatif sebagaimana diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan.

“Buruh jangan hanya dijadikan alat produksi. Mereka harus menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah,” tegas Dimas.

 

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang dinilai belum maksimal memenuhi kewajibannya kepada pekerja.

Tak hanya itu, Dimas mendorong adanya kolaborasi kuat antara pemerintah, serikat buruh, dan pihak perusahaan demi menciptakan hubungan industrial yang sehat di Maluku.

“Kalau komunikasi baik, konflik ketenagakerjaan bisa ditekan,” katanya.

 

Hendrik Lewerissa: Pemerintah Hadir untuk Pekerja

 

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog bersama organisasi buruh dan seluruh pemangku kepentingan di sektor ketenagakerjaan.

Menurut Hendrik, pembangunan Maluku tidak boleh hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh kesejahteraan masyarakat pekerja sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

 

Salah satu langkah konkret yang disampaikan Hendrik adalah program perlindungan pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Puluhan ribu pekerja rentan sudah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Ini bukti bahwa pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat pekerja,” ungkap Hendrik.

Program tersebut dinilai penting, terutama bagi pekerja informal yang memiliki risiko kerja tinggi namun selama ini minim perlindungan sosial.

 

Dimas Beri Apresiasi: “Ini Pemimpin yang Peduli Buruh”

 

Atas langkah tersebut, Dimas Luanmase memberikan apresiasi kepada Gubernur Maluku yang dianggap memiliki kepedulian nyata terhadap nasib buruh dan pekerja kecil di daerah.

Ia berharap komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan buruh terus diperkuat demi mewujudkan Maluku yang lebih adil dan berpihak kepada rakyat kecil.

“Harapan kita, Maluku ‘Pung Bae’ benar-benar dirasakan kaum pekerja dan masyarakat kecil,” tutup Dimas.(CM)

Pos terkait