Veteran Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Sepanjang Masa. Ini Pesan Gubernur Maluku

MALUKUEXPRESS.COM, AMBON, 14 Agustus 2025 — Pagi itu, lantai 7 Kantor Gubernur Maluku dipenuhi wajah-wajah yang pernah menatap langsung kerasnya medan perjuangan. Sebagian rambut mereka telah memutih, langkahnya mungkin tak lagi secepat dulu, namun semangatnya tetap menyala.

Upacara Hari Veteran Nasional tahun ini mengangkat tema “Veteran Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Sepanjang Masa”. Sebuah pesan sederhana, namun sarat makna: bahwa pengabdian seorang prajurit tak berhenti meski masa dinas telah usai.

Bacaan Lainnya

Mereka yang Pernah Berdiri di Garis Depan

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memimpin langsung upacara. Di hadapannya berdiri Upacara dipimpin Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa didampingi Wakil Gubernur Abdullah Vanath. Hadir perwakilan Forkopimda, Pangdam XV/Pattimura (atau perwakilan), LVRI Maluku, para Asisten dan Staf Ahli Gubernur, pimpinan OPD, serta organisasi veteran/keluarga besar TNI–Polri: PPAD, PPAL, PIVERI, PPM, FKPPI, P3AD, KBPP Polri, warakawuri, dan tokoh masyarakat. veteran, hingga generasi muda.

“Veteran adalah teladan pengabdian tanpa pamrih. Semangat juang mereka adalah inspirasi membangun Maluku dan Indonesia,” ucap Gubernur.

Di antara barisan, tampak Kolonel (Purn) Chris Tanasale, perwakilan LVRI Maluku. Suaranya tegas saat berbicara:

“Kami memang tak lagi mengangkat senjata, tapi perjuangan tak pernah berhenti. Kami berjuang lewat teladan, nilai moral, dan semangat yang diwariskan.”Dirgahayu Hari Veteran Nasional!
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua

Pelajaran untuk Generasi Penerus

Upacara ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah kelas sejarah hidup, di mana para pelaku langsung berbagi nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan pentingnya menjaga persatuan.

Generasi muda diajak waspada terhadap ancaman zaman, termasuk informasi menyesatkan di media sosial yang bisa menggerogoti rasa persaudaraan.

Mengapa 10 Agustus?

Peringatan Hari Veteran Nasional, berdasarkan Keppres No. 30/2014, jatuh setiap 10 Agustus—mengenang gencatan senjata 1949 pasca perlawanan di Surakarta (Solo) menjelang Perjanjian Roem–Van Roijen. Tanggal ini menjadi simbol berakhirnya perang bersenjata, namun awal dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan dalam bentuk lain.

Hari ini, di Ambon, mereka yang pernah bertaruh nyawa untuk merah putih kembali mengingatkan: perjuangan belum selesai. Bedanya, medan perang kini bukan di hutan atau medan tempur, tapi di ruang-ruang kehidupan—di sekolah, media, dan hati generasi penerus. (CM)

Pos terkait