Warga Tawiri Bawa Aspirasi Demo, DPRD Maluku Akan Panggil TNI AU

  • Whatsapp

Malukuexpress.com, 250 KK Desa Tawiri Mendatangi DPRD Maluku, Kamis (30/9) guna meminta perlindungan terkait polemik lahan yang diklaim TNI-AU.

Menurut koordinator lapangan Ari Latulola, aksi yang dilakukan ini merupakan bentuk protes terhadap TNI-AU yang mengkalim lahan serta mengintimidasi masyarakat untuk menandatangani surat pernyataan supaya mengakui lahan tersebut milik TNI-AU.

Bacaan Lainnya

Initimdasi itu dilakukan dalam bentuk surat pernyataan yang mereka siapkan, dalam surat tersebut memaksakan masyarakat bahwa tanah itu milik TNI-AU, bahkan ada orang tua yang sudah sakit dipaksanakan, termasuk anak-anak untuk menandatangani surat dimaksud.

Karena adanya tekanan intimidasi yang dilakukan pihak TNI-AU, kata Latulola ada masyarakat yang sudah menandatangani, namun puji Tuhan masih banyak masyarakat yang tidak menandatangani surat pernyataan tersebut.

Menurutnya yang paling kursial mereka harus meninggalkan tanah suatu saat dipakai itu tanpa harus ganti rugi, padahal mereka lahir besar di tanah dari tersebut berapa puluh tahun yang lalu,”Cetusya

Dalam aksi tersebut, TNI-AU menggunakan sertifikat hak pakai tahun 2010, namun setelah dikoordinasi dengan pemerintah negeri Tawiri maupun Pemerintah Negeri Laha tidak pernah ada pengukuran.

Seharusnya untuk pengukuran sertifikat pemilik tanah harus ada, ini tidak pernah ada, Tiba-tiba sertifikatny muncul. Mereka sengketa dengan Laha, namun ambil tanah di Tawiri.

Ia berharap dukungan dari para wakil rakyat di DPRD Provinsi Maluku dapat menyelesaikan persoalan yang menimpa 250 KK di Desa Tawiri ini

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Maluku Melkianus Sairdekut didampingi Anggota DPRD Halimun Saulatu yang menerima langsung puluhan warga desa Tawiri berjanji akan meneruskan aspirasi dari masyarakat, dan akan memanggil pihak pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini,” Tutup Sairdekut. (*)

Pos terkait