MX.COM, Sebanyak 169 wisudawan dan wisudawati Program Diploma Tiga dan Sarjana Terapan resmi diwisuda dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Akademik Politeknik Negeri Ambon (Polnam), Kamis (30/4).
Mengusung tema “Membangun Insan Vokasi Unggul Menuju Transformasi Energi Kawasan Kepulauan”, prosesi wisuda ke-21 ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi panggung pesan kuat tentang masa depan generasi muda Maluku.
Pesan Tegas Wakil Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Fanan Esos, menyampaikan pesan yang langsung menyentil realita lulusan perguruan tinggi.
“Jangan bertanya pekerjaan apa yang tersedia untuk kalian. Tapi tanyakan, nilai apa yang bisa kalian ciptakan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan tidak lepas dari pengorbanan orang tua.
“Toga yang kalian pakai hari ini adalah harga dari kopra, ikan, pala, bahkan keringat dan hutang orang tua,” ujarnya.
Maluku: Kaya Potensi, Minim Pemanfaatan, Dalam pidatonya, Wagub juga menyoroti ketimpangan pembangunan di wilayah kepulauan. 93% wilayah Maluku adalah laut. Namun, perhitungan anggaran masih berbasis wilayah darat. Hal ini dinilai menjadi hambatan serius dalam pembangunan daerah.
Kabar baiknya, perjuangan menjadikan Maluku sebagai provinsi berbasis kepulauan mulai menunjukkan titik terang dan telah masuk dalam agenda legislasi nasional.
Ancaman Nyata : Teknologi dan Pengangguran. Wagub mengingatkan para lulusan tentang tantangan besar di masa depan:
Otomatisasi dan robotik akan menggantikan banyak pekerjaa. Pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan lapangan kerja.
“Kalau tidak kreatif, kalian akan kalah oleh teknologi,” ujarnya.
Kisah Inspiratif Jenderal: Dari Ditolak Jadi Perwira Tinggi. Sementara itu, Marsekal Pertama TNI Dr. Anton Palaguna membagikan kisah hidupnya yang menginspirasi.
Ia pernah ditolak saat mendaftar Akabri di Ambon karena tidak memiliki KTP dan ijazah. Namun, perjalanan tidak berhenti.
“Saya datang ke Ambon sebagai anak yang ditolak. Hari ini saya kembali sebagai jenderal,” ungkapnya.
Pesannya jelas, “Kesuksesan bukan milik orang paling pintar, tapi milik mereka yang tidak menyerah.”
Vokasi Jadi Kunci Masa Depan. Anton menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional, khususnya di wilayah kepulauan.
Menurutnya, ada tiga kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan vokasi : Kecerdasan teknis, Kecerdasan maritim, Kecerdasan kebangsaan.
“Toga yang kalian pakai bukan simbol kelulusan, tapi tanda kesiapan menyelesaikan masalah nyata,” tegasnya.
Momen Haru: Wisudawan Ingat Pengorbanan Orang Tua. Perwakilan wisudawan dalam sambutannya mengajak seluruh lulusan untuk menoleh ke belakang, kepada orang tua yang hadir.
“Kami berdiri di sini bukan hanya karena kerja keras kami, tapi karena doa yang tidak pernah putus,” ujarnya penuh haru.
Harapan Besar untuk Generasi Muda Maluku, Wisuda ini menjadi titik awal bagi para lulusan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya dalam sektor energi, maritim, dan industri berbasis kepulauan.
Dengan tantangan global dan potensi lokal yang besar, generasi muda Maluku diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi motor perubahan.
Di tengah keterbatasan, Maluku menyimpan potensi besar. Dan di ttangan169 wisudawan hari ini, harapan itu dititipkan. “Jadilah cahaya, bukan sekadar lulusan”. (CM)






