LIPASe’Maku : Inovasi Perempuan Sekma

Nama Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
Judul Kegiatan LIPASe’Maku: Inovasi Perempuan Sekma
Lokasi Desa Makububui Kecamatan Taniwel Timur Kabupaten Seram Bagian Barat
Tim PkM Dessy Balik,SE.,MM

Joselina Tuhuteru,SE.,MM

Sumber Pendanaan LPM – UKIM 2023
Isi Berita Makububui adalah salah satu desa dikecamatan Taniwel Timur Kabupaten Seram Bagian Barat Desa Makububui memiliki jumlah penduduk sebesar 2723 jiwa. Potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh desa tersebut selain dibidang perikanan ada juga dibidang pertanian dan perkebunan.

Salah satu hasil perkebunan yang dimiliki oleh Desa Makububui dan Desa Sekasale adalah tanaman pohon kelapa. Hasil dari tanaman perkebunan ini selain buah yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan dijual dipasaran ternyata salah satu bagian dari tanaman pohon kelapa ini sangat berguna untuk dijadikan sebagai bahan baku kerajinan tangan.

Bagian dari batang daun kelapa yang muda bisa berfungsi sebagai bahan baku piring anyaman. Ketersediaan bahan baku yang melimpah namun masih minimnya pengetahuan masyarakat dalam hal ini kaum perempuan SekMa untuk mengolah lidi daun kelapa muda menjadi produk yang bermanfaat. Menyadari akan potensi alam yang tersedia maka Tim PkM melakukan survey awal terhadap sumber daya yang dimiliki oleh Desa Sekasale dan Desa Makububui. Inovasi yang ditawarkan bagi perempuan Sekasale-Makububui adalah mengubah lidi daun kelapa yang muda menjadi piring anyaman. Kegiatan yang dilakukan adalah berupa pelatihan pembuatan piring anyaman, pembentukan dan pendampingan kelompok usaha piring anyaman, serta penguatan kapasitas bisnis kelompok usaha dari sisi produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan.

Gambar Produk Anyaman Piring dari Lidi Kelapa Muda

Sumber : Dokumentasi Tim PkM (2023)

Pada tahapan pelaksanaan, Tim melakukan beberapa kegiatan, antara lain: Pelatihan pembuatan anyaman piring , pembentukan kelompok usaha dan penerapan manajemen usaha yang efektif dan efisien. PKM ini ditujukan bagi kaum perempuan di Desa Makububui dan Sekasalae dalam lingkup Jemaat GPM Sekma.  Setelah pelaksanaan pelatihan berakhir Tim PKM melakukan evaluasi terhadap peserta pelatihan mengenai penyerapan teknik menganyam dan pengetahuan pengelolaan manajemen usaha yang efektif dan efisien. Hal ini merupakan bentuk penilaian Tim terhadap efektivitas kegiatan pengabdian yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Makububui dan Sekasale terkhusus kaum perempuan Sekma.

Kegiatan PkM: di Desa Makububui dan Sekasale pada tanggal 8-9 Juni 2023. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahapan, antara lain Pra pelaksanaan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan berupa evaluasi. Pra pelaksanaan telah dilakukan pada Bulan April yaitu observasi dan survey di lokasi mitra. Hal ini penting dilakukan untuk menentukan permasalahan mitra sekaligus menawarkan solusi permasalahan yang efektif. Pelaksanaan kegiatan per tahapan diuraikan pada tabel berikut.

Tabel Tahapan Pra Pelaksanaan

No Kegiatan Waktu Pelaksanaan Hasil
1 Diskusi tim untuk penyiapan rencana kegiatan 5 – 6 April 2023
2
  • Observasi Tim di Desa Makububui dan depth inter­view de­ngan Ketua Majelis Jemaat GPM Sekma
  • Persetujuan bermitra un­tuk pelaksanaan kegiatan PkM
9 April 2023 Berdasarkan observasi :

  • Tim menyusun ren­ca­na kerja kegiatan pengabdian. Rencana kerja ini meliputi  gambar­an si­tuasi dan permasalahan mit­ra, solusi yang ditawarkan tim dan indi­­kator capaian serta kuesioner pretest dan post test.
  • Penyusunan term of reference (TOR)
3 Penyampaian surat pem­be­­ri­tahuan dan TOR ke­pa­da Mitra tentang pelak­sa­naan kegiatan 30 Mei 2023
  • Persiapan mitra
  • Tim menyiapkan materi presentasi
4 Persiapan Tim 2-4 Juni 2023
  • Materi presentasi
  • Kuesioner pretest dan post test
  • Bahan dan peralatanuntuk pelaksanaan kegiatan.

Dokumentasi

Pelaksanaan kegiatan PkM diawali dengan sosialisasi pengelolaan manajemen usaha dan pengelolaan keuangan oleh narasumber yang berlangsung kurang lebih 1 jam. Kegiatan selanjutnya adalah berbagi pengalaman dengan mitra tentang cerita sukses berwirausaha piring anyaman berbahan baku lidi kelapa oleh seorang mahasiswa yang sekaligus bertindak sebagai instruktur PKM.cerita sukses ini berlangsung selama 15-20 menit dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan. Pelatihan pembuatan piring anyaman ini berlangsung selama 7 jam dari pukul 16.00 sampai pukul 23.00.  Pelatihan ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena proses anyaman dasar piring yang agak sulit dan harus diajarkan satu per satu kepada mitra dengan penuh kesabaran agar hasil pelatihan anyaman piring ini bisa dikuasai oleh mitra dengan baik. Pelatihan ini dapat berjalan dengan baik karena antusias dan partisipasi aktif dari mitra, serta kesabaran instruktur dalam melatih. Pelaksanaan kegiatan pengabdian diuraikan pada tabel berikut.

 Tabel Tahapan Pelaksanaan

No Kegiatan Waktu Pelaksanaan Hasil
1 Koordinasi hal teknis bersama mitra setelah tiba di lokasi PkM 8 Juni 2023
2 Persiapan kegiatan (Internal Tim) 8 Juni 2023
  • Penyiapan ruangan dan pemasangan spanduk
  • Penyiapan alat dan bahan untuk kegiatan pelatihan

Dokumentasi

 

3 Pelaksanaan Kegiatan 9 Juni 2023
  • Sosialisasi dengan materi yaitu
  1. Konsep pengelolaan manajemen usaha yang efektif dan efisien
  2. Pengelolaan Keuangan Usaha
  3. Pelatihan pembuatan piring anyaman

Diskusi yang berlangsung kurang lebi 1 jam ini  merupakan bentuk penguatan kapasitas bisnis bagi Perempuan Jemaat SEKM. Materi yang disampai­kan Tim PkM meliputi: Konsep pengelolaan manajemen yang efektif dan efisien dan aplikasinya pada produk piring anyaman berbahan lidi kelapa muda serta pengelolaan keuangan usaha. Materi ini merupakan kebu­tuh­an kelompok usaha untuk mengatur kelangsungan usaha. Tim PkM menggunakan pendekatan yang sangat kon­teks­­tual untuk memudahkan kelompok usaha memahami materi yang disampaikan. Penyampaian materi bukan hanya meng­guna­kan bahasa yang sederhana. Namun penjelas­an konsep dan teori bersifat praktis dan langsung diaplikasikan pada produk anyaman piring.

Luaran kegiatan pengabdian ini adalah publikasi ilmiah pada Jurnal Maren, publikasi media online, publikasi video kegiatan pada youtube. Selain itu adanya Peningkatan tingkat keber­daya­an mitra, perbaikan jiwa berwira usaha dan penerapan pengelolaan keuangan usaha. Hasil evaluasi menggunakan kuesioner yang menunjukkan: Rata-rata hasil jawaban responden untuk pre test yakni 40,5% dan untuk hasil post test sebesar 86,7%. Hasil ini menunjukan bahwa capaian luaran melebihi target yang ditentukan

Tim PKM

 

Pos terkait