AKSI BERANI WELHELMINA , SPONTAN PANGDAM XV/ PATTIMURA BERI APRESIASI

MALUKUEXPRESS.COM, ABORU, MALUKU TENGAH — Aksi berani Welhemina Rumra/Sinay di Negeri Aboru, Kabupaten Maluku Tengah, menjadi sorotan. Perempuan tersebut nekat memanjat tower setinggi sekitar 72 meter untuk menurunkan bendera yang disebut sebagai simbol Republik Maluku Selatan (RMS).16 Agustus 2026

Aksi itu dilakukan Welhemina atas kemauan sendiri setelah melihat bendera tersebut berkibar di wilayahnya. Ia mengaku merasa terusik dan tidak ingin masyarakat Aboru kembali terseret dalam isu separatisme masa lalu.

Yang membuat aksinya semakin dramatis, Welhemina memanjat tower tersebut tanpa alat pengaman. Ia tetap berusaha mencapai bagian atas tower untuk mengambil dan menurunkan bendera tersebut.

Bagi Welhemina, tindakan itu bukan sekadar menurunkan sebuah bendera. Ia ingin menyampaikan pesan bahwa masyarakat menginginkan Aboru tetap aman, damai, dan tidak terpecah oleh isu yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Sebagai ibu dari calon prajurit TNI, Welhemina juga menaruh perhatian terhadap masa depan anak-anak muda di Aboru. Ia berharap generasi berikutnya tidak kembali dibebani persoalan separatisme masa lalu dan dapat tumbuh dalam suasana yang kondusif.

Aksi tersebut juga menunjukkan bahwa sikap masyarakat terhadap isu RMS tidak dapat begitu saja digeneralisasi. Keberanian Welhemina menjadi gambaran adanya warga yang memilih menyatakan sikap secara terbuka demi menjaga ketenteraman di lingkungan tempat tinggalnya.

Keberanian Welhemina mendapat apresiasi dari Pangdam XV/Pattimura. Aksi spontan warga sipil yang memanjat tower setinggi 72 meter tersebut dinilai menjadi perhatian karena menunjukkan kepedulian terhadap kondisi keamanan dan ketenteraman wilayah.

Dari ketinggian 72 meter, Welhemina seolah mengirimkan pesan tegas: Aboru ingin tetap damai dan tidak kembali terpecah oleh isu separatisme.

Aksi ini pun menjadi perhatian publik dan kembali memperlihatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga situasi keamanan serta ketenteraman di lingkungan masing-masing.

Catatan: Memanjat tower setinggi 72 meter tanpa alat pengaman merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan tidak untuk ditiru. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas dalam menghadapi situasi serupa.
(CM)

Pos terkait