Assaggaf : PT. Pelni Cabang Ambon Akan Proses, Jika Ada Pihak Kapal atau ABK Yang Terlibat

MALUKUEXPRESS.COM, PT. Pelayaran Indonesia (PELNI) Cabang Ambon merespon terkait dengan penyuludupan barang haram Narkoba yang kejadiannya terjadi pada KM Sabuk Nusantara 71 di pelabuhan Tepa Kabupaten Maluku Barat Daya. Dimana pelakunya sudah tertangkap oleh Satnarkoba Polres MBD.

Manager Operasional PT. Pelni Cabang Ambon Muhammad Assagaff yang dikonfirmasi media ini. Kamis (01 Juni 2023) di pelabuahan Yos Sudarso Kota Ambon mengatakan bahwa, kami sangat berterimakasih atas informasi yang disampaikan kepada PT. Pelni, tentunya dalam pelayanan kami, kita tidak mendeksi sampai kesitu karena kita kerjasama dengan stakholder baik dari KKP, KPPP dan lain-lain.

Bacaan Lainnya

Lanjunya, barang-barang itu bisa lolos, karena sebelumnya kita sudah antisipasi dari awal kepada pihak PT. Pelindo untuk siapkan X-Ray dan X-ray ini khan lagi rusak dan sampai sekarang belum ada realisasi untuk pengadaan x-ray lagi. ‘Jadi mohon maaf, kalau kita tidak bisa mendeteksi hal-hal yang sekecil itu.

“Jadi bukan hanya narkoba, mungkin penyeludupan satwa liar juga dengan modus operandin yang macam-macam yang dibuat oleh pelaku-pelaku kejahatan, bisa dimasukan kedalam kopor dan segala macam modus operandinya dan kita memang tidak bisa monitor,”jelasnya.

Tambahnya, jangankan narkoba yang kecil, burung itu saja kita tidak bisa monitor, karena tidak ada sarana dan pra sarana untuk mendeteksi itu. Tetapi untuk narkoba ini, saya baru dengar untuk daerah-daerah kecil dan saya baru ketahui ini dan kedepannya kita akan lebih hati-hati lagi.

Kemudian karena terjadi di pelayaran kami, PELNI akan tetap proses, jka memang ada pihak kapal atau ABK yang terlibat.

Harapan saya, jangan sampai terulang lagi dan saya tidak mau hal-hal seperti itu terjadi lagi, karena selama ini juga, kita lalai dengan yang besar-besar seperti sopi dan kalau itu dapat, kita langsung musnahkan serta penyeludupan-penyeludupan lain yang dilarang.

Kemudian juga, kepada PT.Pelindo supaya dapat memenuhi fasiltas-faslitas yang ada serta pelayanan-pelayanan yang ada termasuk mesin pendeksi X ray yang belum ada, serta ruang tunggu yang nyaman, yang sementara sudah dikerjakan sebagian, “tutupnya. (**

Pos terkait