Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP, Jeffry Apoly Rahawarin, mengatakan telah melakukan peninjauan lapangan untuk mendukung percepatan penurunan stunting di beberapa kawasan perbatasan Indonesia, terutama di Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. BNPP memaksimalkan program penurunan angka stunting melalui 2 program.
Kedua program tersebut yakni pelaksanaan pelatihan stunting dan “Gerakan Masyarakat Sehat” yang dilaksanakan pada 7 Juni sampai 9 juni 2022 di Provinsi Kepulauan Riau, dan 21 Juni sampai 23 Juni 2022 di Provinsi Riau. Peserta masing- masing kegiatan terdiri dari 100 orang unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tenaga kesehatan dan OPD yang membidangi perbatasan serta para camat di kawasan perbatasan.
“Di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau yang kita lakukan adalah penguatan stunting mulai dari kecamatan maupun menggandeng tokoh-tokoh masyarakat untuk memberikan penyuluhan dalam rangka penguatan. Bagaimana caranya menurunkan angka stunting? Saya pikir dalam rangka peningkatan stunting itu kita kerja tanpa ada pendampingan dan penguatan bantuan TNI/ Polri kurang bisa dilakukan,” jelas Jeffry dalam Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pengelolaan Perbatasan Negara di Jakarta, Kamis (4/8/2022) lalu.
Jeffry juga menerangkan, langkah BNPP dalam penurunan stunting pada realisasi triwulan ke-3 telah mencapai 96,43 persen atau Rp675.069.911,- dari anggaran Rp700.000.000,-.
Menurut data Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) ada 12 provinsi prioritas percepatan penurunan stunting. Yakni 7 provinsi dengan tingkat prevalensi tertinggi, dan 5 provinsi dengan jumlah balita stunting terbanyak.
Tujuh provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 37,8 persen, Sulawesi Barat sebesar 33,8 persen, Aceh sebesar 33,2 persen, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 31,4 persen, Kalimantan Selatan sebesar 30,0 persen, Sulawesi Tenggara sebesar 30,2 persen dan Kalimantan Barat sebesar 29,8 persen.
Sedangkan 5 provinsi dengan jumlah balita stunting terbanyak adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan Sumatra Utara. (*






