Malukuexpress.com, Masohi – Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir resmi melantik sekitar 43 kepala sekolah tingkat SD dan SMP di Masohi pada Senin pagi, 4 Mei 2026. Langkah ini mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Dr. Musriadin Labahawa, yang menyebutnya sebagai upaya strategis memajukan pendidikan di Bumi Pamahanunusa, bertepatan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional.
Musriadin menyatakan pelantikan tersebut sejalan dengan amanat Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah. Ia menekankan bahwa kepala satuan pendidikan yang dilantik idealnya telah melalui proses penjenjangan, termasuk mengikuti seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS), agar memiliki bekal pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan manajerial sebelum menjabat.
Meski demikian, Musriadin mengakui belum semua guru melalui proses seleksi BCKS. Ia mendorong Dinas Pendidikan untuk memprioritaskan pelatihan BCKS sepanjang 2026 sehingga seluruh posisi kepala sekolah dapat bersifat definitif. “Kita tidak mau dengar lagi ada PLT atau PLH yang bisa mengganggu jalannya proses manajemen di sekolah. Targetnya 100 persen harus definitif,” tegas politisi PKS itu.
Komisi IV juga mengingatkan para kepala sekolah yang baru dilantik agar tidak memandang jabatan sebagai status sosial maupun jabatan politis. Profesionalisme dan kesiapan menghadapi perubahan regulasi menjadi tuntutan utama, terutama dalam perbaikan data sekolah atau Dapodik.
Musriadin menyoroti banyak sekolah yang gagal mendapat bantuan revitalisasi infrastruktur akibat administrasi database yang terbengkalai.
Menutup pernyataannya, Musriadin menegaskan Komisi IV akan memperketat fungsi pengawasan terhadap satuan pendidikan yang kini dipimpin kepala sekolah definitif. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan kinerja sekolah sesuai amanat undang-undang. “Jika dalam menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan amanat undang-undang, maka kami akan bertindak tegas,” pungkasnya. (ME-08)






