Dari Kota Ambon Jadi Komut, Ini 5 “Resep Sukses” Saiful Chaniago, Komut PLN Energi Gas yang Ditunjuk Presiden Prabowo, 10 Tahun Tinggalkan Bumi Raja-Raja, Konsisten, Rajin Menulis dan Jadi “Alat Bargaining” Jadi Kunci Tembus Level Nasional

MX.COM, Dari tanah Ambon ke kursi Komisaris Utama PT PLN Energi Gas. Perjalanan Saiful Chaniago bukan cerita instan. Butuh hampir 10 tahun berproses di Jakarta, sejak 2015, untuk akhirnya dipercaya Presiden Prabowo duduk di jabatan strategis BUMN inti nasional.

Sang Komut yang diwawancarai awak media di salah satu Cafe Pelangi Waihaong. Minggu 31 Mei 2026 membuka 5 resep suksesnya di kancah Nasional.

“Bayangkan, nah, beta hitung-hitung kurang lebih hampir 10 tahun beta tinggalkan Ambon dan, ah, tidak segampang membalikkan telapak tangan. Jadi, butuh kesungguhan dalam berproses, ah, dalam perjuangan,” ungkap Saiful.

Di tengah tantangan hidup di Jakarta dan rimba politik nasional, Ia punya “tips sukses” yang ia jalani sendiri. Ini 5 kuncinya,

Pertama, Fokus Kasih Nilai Terbaik, Bukan Cari Jabatan, Kunci pertama: jadi orang yang “berguna”. Saya sejak awal fokus menciptakan nilai terbaik buat semua pihak yang berkepentingan di nasional.

“Fokus memberikan, ah, apa namanya, suatu nilai terbaik untuk kemudian menjadi alat bargaining dengan semua pihak yang kemudian ber-kepentingan di nasional,” katanya.

Artinya, sebelum minta posisi, pastikan dulu kamu punya nilai tawar. Skill, pikiran, solusi. Itu yang bikin kamu dilirik.

Kedua. Konsisten di Jalur Kebangsaan dan Kenegaraan, Saya memilih jalur yang jelas yakni, nilai kebangsaan dan kenegaraan. Saya fokus pada dinamika politik, tapi dengan tujuan membantu negara.

“Kalau beta kan fokus pada, ah, nilai kebangsaan, pada nilai kenegaraan yang berkaitan dengan kepentingan dinamika politik, maka, ah, apa namanya, beta fokus di situ, beta bersungguh-sungguh di situ, jadi beta konsisten. Konsisten terus,” tegasnya.

Konsistensi ini yang bikin track record-nya terbaca jelas oleh pengambil kebijakan.

Ketiga. Dukung Pemimpin dengan Pikiran Solutif, Bukan Sekadar Seremonial,
Sejak awal, Saya konsisten mendukung Presiden Prabowo. Tapi dukungannya bukan yel-yel kosong.

“Beta terus, setiap saat beta memberikan pikiran-pikiran konstruktif, memberikan, apa namanya, pikiran-pikiran solutif untuk kemudian membantu kepemimpinan Presiden Prabowo,” jelasnya.

Menurutnya, Presiden menilai orang dari kontribusi nyata. “Nah, itu kemudian sehingga, ah, Pak Prabowo sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, dan pemimpin Indonesia saat ini, ah, tentu menilai beta dari situ. Itu kan menjadi nilai.”

Empat, Rajin Menulis sama Bangun Kredibilitas, Di era digital, tulisan sama jejaknya. Saiful punya “kelebihan” yang ia asah terus: rajin menulis.

“Beta kan selama ini kan, ya, dengan beta punya kelebihan, beta rajin menulis,” katanya.

Lewat tulisan, gagasan dan analisisnya menjangkau lebih luas. Ini jadi bukti nyata kapasitasnya di luar ruangan rapat.

Lima, Jaga Relasi, Khususnya dengan Media Nasional. Networking penting, tapi Saiful spesifik: ia aktif bersosialisasi dengan wartawan-wartawan nasional.

“Lalu itu kemudian beta selalu di, ah, bersosialisasi dengan wartawan-wartawan nasional. Maka dengan itu, ya, kesimpulan—menjadi alat bargaining, jadi itu menjadi penilaian tersendiri oleh Pak Presiden,” ujarnya.

Media jadi jembatan gagasan ke publik dan pengambil keputusan. Relasi yang dijaga baik akhirnya jadi bagian dari penilaian Presiden.

Hasilnya, Dipercaya Pimpin BUMN Energi, Rangkaian proses 10 tahun itu berbuah. “Maka, ah, sampai dengan saat ini, ya, Pak Presiden memberikan, kan, ke beta sebagai di pemimpin BUMN,” pungkas Saiful.

Kisah Saiful Chaniago ngajarin kita: anak daerah bisa tembus nasional. Tapi syaratnya berat: tinggalkan zona nyaman, fokus kasih solusi, konsisten di jalur, dan rajin “menaruh jejak” lewat tulisan. Jabatan itu bonus. Yang utama: nilai yang kamu bawa.

Jadi Untuk anak Maluku, Jakarta keras, tapi kalau katong punya nilai konsistensi, pintu Istana pun bisa terbuka. (*DK)

Pos terkait